Kapokjaluh Kenakan APD Lengkap
Oleh penyuluh
Kedungbanteng - Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kabupaten Banyumas, Lubab Habiburrohman mengenakan APD lengkap dalam kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah covid-19, baru-baru ini di Balai Desa Kebocoran Kecamatan Kedungbanteng (10/2021).
Mengenakan alat pelindung diri (APD) selama pelatihan berlangsung adalah untuk memberi pembelajaran kepada para peserta dalam menangani jenazah yang terpapar covid. Sebagai mana yang telah diterapkan oleh protokol kesehatan bahwa petugas yang bertugas saat berada di kamar pasien COVID-19, para petugas medis wajib menggunakan alat pelindung diri (APD). Banyak petugas medis mengatakan, saat memakainya panas yang terasa sangat luar biasa.
Lubab menceritakan pengalaman pertamanya saat mengenakan APD lengkap, "Bagi yang sudah terbiasa, pemasangan hazmat hanya membutuhkan waktu 5 menit. Namun, bagi yang baru kali pertama memakai, penggunaannya bisa sampai 15 menit dan butuh bantuan orang lain memasangkan hazmat karena baju yang dipakai harus berlapis-lapis".
"Baru kali ini merasakan panas yang luar biasa. Itu kalau kita buka, kita sudah mandi kering," ungkapnya.
"Beberapa atribut APD yang digunakan ada banyak sekali. Di antaranya adalah beberapa bagian seperti masker N95, masker bedah, tutup kepala, hazmat, handscoen non steril, handscoen steril, boot, jas hujan, dan helm atau penutup wajah," pungkasnya.
