HUT RI #81

Khidmat, Penyuluh KUA Kedungbanteng Pimpin Doa dalam Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026

KUA Kedungbanteng
KUA Kedungbanteng
28 Okt 2026
29x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 29-10-2026 15:13
SHARE

Kedungbanteng – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungbanteng, Ahmad Iqwamul Insif, mendapat amanah sebagai petugas pembacaan doa dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang diselenggarakan di halaman Kantor Kecamatan Kedungbanteng. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, menumbuhkan jiwa nasionalisme, serta mengingatkan kembali pentingnya peran pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Rabu (28/10)

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pemuda Indonesia yang pada 28 Oktober 1928 mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Ikrar bersejarah tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia karena menunjukkan bahwa perbedaan suku, agama, bahasa, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu demi cita-cita bersama.

Pelaksanaan upacara di halaman Kantor Kecamatan Kedungbanteng berlangsung dengan khidmat. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa, khususnya bagi generasi muda yang memiliki tanggung jawab besar dalam melanjutkan pembangunan serta menjaga persatuan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Ahmad Iqwamul Insif, bertugas memimpin pembacaan doa. Melalui doa yang dipanjatkan, ia mengajak seluruh peserta untuk memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Doa tersebut juga menjadi ungkapan harapan agar para pemimpin bangsa diberikan kebijaksanaan dan kejujuran dalam menjalankan amanah, sementara generasi muda dianugerahi kekuatan, kecerdasan, serta akhlak mulia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi Ahmad Iqwamul Insif, keterlibatan sebagai petugas doa dalam upacara Hari Sumpah Pemuda merupakan bagian dari kontribusi Penyuluh Agama Islam dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan dan kenegaraan. Peran penyuluh tidak terbatas pada penyampaian materi keagamaan melalui pengajian atau bimbingan masyarakat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan yang memperkuat kerukunan, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan.

Nilai-nilai agama dan semangat kebangsaan memiliki keterkaitan erat dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ajaran agama mendorong umat untuk menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, menegakkan keadilan, serta menghindari permusuhan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang mengajarkan pentingnya mengutamakan persatuan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 juga menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi muda pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan perjuangan para pemuda pada 1928. Jika dahulu para pemuda berjuang menyatukan tekad untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, generasi sekarang dituntut mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi, arus informasi, perubahan sosial, serta berbagai persoalan yang dapat menguji persatuan masyarakat.

Oleh karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kerukunan antarumat beragama, menghargai perbedaan pendapat, menggunakan media sosial secara bijak, menghindari penyebaran berita bohong, serta berpartisipasi dalam kegiatan positif di lingkungan masyarakat.

Generasi muda juga diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan dengan menghadirkan karya, prestasi, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Semangat persatuan hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi landasan dalam membangun hubungan sosial yang saling menghormati dan memperkuat solidaritas antarsesama warga negara.

Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, KUA Kedungbanteng diharapkan terus berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, memperkuat kerukunan umat beragama, serta mendukung terciptanya masyarakat yang damai dan harmonis. Sinergi antara lembaga pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang peristiwa bersejarah, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan bangsa. Dengan berlandaskan iman, ilmu, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan, generasi muda Indonesia diharapkan mampu meneruskan cita-cita para pendahulu serta memberikan kontribusi terbaik bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.