Sebelum Bilang Sah, Tiga Pasang Catin Ini Belajar Seni Memahami Pasangan
Cilongok — Menjelang hari bahagia, tiga pasangan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diselenggarakan KUA Cilongok. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi para catin untuk mempersiapkan diri bukan hanya menghadapi prosesi akad nikah, tetapi juga menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. Sebab, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga menyatukan dua karakter, kebiasaan, harapan, dan cara pandang yang berbeda. Kamis (29/10)
Bagi para catin, mengikuti Bimwin menjadi kesempatan berharga untuk memahami bahwa kehidupan setelah menikah membutuhkan kesiapan yang lebih dari sekadar materi. Melalui bimbingan ini, catin diajak mengenali pentingnya saling memahami, membangun komunikasi yang sehat, memenuhi kebutuhan psikologis pasangan, serta menyikapi perbedaan dengan bijaksana. Bekal tersebut diharapkan mampu membantu pasangan membangun hubungan yang harmonis, saling menghargai, dan tetap kokoh ketika menghadapi berbagai tantangan rumah tangga.
Keunggulan program Bimwin KUA Cilongok terletak pada pendekatannya yang tidak hanya berfokus pada persiapan administratif pernikahan, tetapi juga pada kesiapan mental, emosional, dan spiritual calon pengantin. Catin diberikan pemahaman bahwa pernikahan bukan tentang siapa yang paling benar, melainkan bagaimana dua orang mampu berjalan bersama, saling mendukung, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Bimwin menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi pasangan untuk mengenali tanggung jawab masing-masing sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Melalui kegiatan ini, KUA Cilongok terus berupaya menghadirkan layanan bimbingan perkawinan yang bermakna bagi masyarakat. Harapannya, para catin tidak hanya pulang dengan bekal pengetahuan, tetapi juga membawa kesadaran bahwa keluarga sakinah tidak hadir secara instan. Ia dibangun melalui ilmu, komitmen, komunikasi, dan kesediaan untuk terus belajar bersama. Karena pernikahan yang kuat bukan hanya dimulai dengan akad yang sah, tetapi juga dengan kesiapan dua hati untuk saling memahami.
