HUT RI #81

Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang Perdalam Isu Kesehatan Mental melalui Seminar Dopamin dan Kecanduan

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
29 Okt 2026
24x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 30-10-2026 09:30
SHARE

 

Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatilawang mengikuti seminar kesehatan mental bertema dopamin dan kecanduan yang diselenggarakan di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas wawasan mengenai kesehatan mental dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi perilaku manusia.

Seminar tersebut menghadirkan pemateri dari Gading Counseling & Empowerment Center Cabang Purwokerto. Kegiatan ini diikuti oleh penyuluh agama, pengawas madrasah, kepala MIN/MTsN/MAN, serta guru Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan pendidikan.

Pembahasan mengenai dopamin dan kecanduan menjadi salah satu aspek penting dalam memahami hubungan antara mekanisme penghargaan di otak, pembentukan kebiasaan, dan perilaku berulang. Pemahaman tersebut diperlukan untuk mengenali bagaimana suatu kebiasaan dapat berkembang menjadi perilaku adiktif serta bagaimana kondisi psikologis dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Selain menambah pengetahuan, seminar ini juga memberikan perspektif mengenai pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap persoalan kesehatan mental. Pemahaman yang tepat diharapkan dapat membantu peserta mengenali tanda-tanda perilaku yang perlu mendapat perhatian serta memahami pentingnya pendekatan yang bijak dan tidak menghakimi dalam menyikapi persoalan psikologis.

Bagi Penyuluh Agama Islam, wawasan tersebut memiliki relevansi dengan pelaksanaan tugas bimbingan dan penyuluhan keagamaan di tengah masyarakat. Dalam menjalankan perannya, penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga perlu membangun komunikasi yang empatik agar masyarakat merasa didengar dan memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jatilawang diharapkan dapat memperkaya pendekatan penyuluhan dengan mempertimbangkan aspek psikologis dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, pesan keagamaan dapat disampaikan secara lebih bijaksana, humanis, dan relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Peningkatan pemahaman mengenai kesehatan mental diharapkan turut memperkuat peran penyuluh agama dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang suportif dan berorientasi pada kualitas hidup yang lebih baik. (KgHn)