HUT RI #81

KUA Purwokerto Barat Berpartisipasi dalam Transformasi Dakwah Digital MUI

HUMAS
HUMAS
12 Feb 2026
45x dibaca
SHARE

Banyumas - Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat, Iswanto, menjadi perwakilan MUI Kecamatan Purwokerto Barat untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Da'i Muda dan Digitalisasi Dakwah yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas di Aula Al Ikhlas Kankemenag Banyumas. Rabu (11/02/26).

Kegiatan ini dihadiri oleh utusan perwakilan MUI se-Kabupaten Banyumas, para pelajar, santri & aktivis muslim. Pelatihan Da'i menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran para da'i/ da'iyah muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif.

Hadir sebagai narasumber, KH. Taefur Arofat, KH. Abdul Qodir yang menyampaikan materi tentang penguatan manhaj dakwah serta strategi penyampaian pesan dakwah secara efektif di ruang digital. Hadir juga sejumlah narasumber yang berkompeten dlm bidang da'wah dan edukasi masyarakat. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, memberikan pembinaan sekaligus arahan mengenai pentingnya transformasi dakwah di era digital sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama.

Ibnu Asaddudin menegaskan bahwa para dai muda harus mampu menjadi pelopor dakwah yang bijak, santun, dan bertanggung jawab di media sosial. Menurutnya, ruang digital saat ini menjadi medan dakwah yang sangat luas, sehingga perlu diisi dengan konten-konten keislaman yang menyejukkan dan membangun.

Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan MUI di setiap kecamatan se-Kabupaten Banyumas, unsur Muhammadiyah, Al-Irsyad, mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, serta perwakilan para dai dari masing-masing kecamatan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan semangat kolaborasi dan kebersamaan dalam memperkuat dakwah di tengah masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir dai-dai muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, sekaligus menangkal penyebaran informasi yang tidak benar di ruang publik digital.