KUA Undang Tukang Cukur Depan Kantor untuk Makan Siang Bersama
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Aksi humanis dan penuh kehangatan ditunjukkan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon. Di tengah rutinitas pelayanan yang padat, Kepala KUA Wangon menyempatkan diri untuk mengundang tukang cukur yang sehari-hari beroperasi di depan kantor untuk menikmati makan siang bersama. Agenda sederhana ini digelar sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar lingkungan kerja. Selasa (18/08)
Suasana akrab dan tanpa sekat terlihat jelas saat hidangan makan siang disajikan di area kantor. Penata rambut jalanan yang biasa mangkal di seberang jalan tersebut tampak disambut hangat oleh para staf KUA. Obrolan ringan seputar kehidupan sehari-hari dan dinamika warga sekitar mengalir santai, menciptakan momen kebersamaan yang penuh rasa kekeluargaan di antara aparatur pemerintah dan masyarakat kecil.
Kepala KUA Wangon, Fairuz Malaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar tanpa memandang latar belakang profesi. "Kami ingin hadir bukan hanya sebagai instansi pelayanan publik secara formal, tetapi juga sebagai bagian dari tetangga dan sahabat bagi masyarakat di sekitar kantor. Momen makan siang bersama ini adalah bentuk rasa syukur dan sarana untuk merawat rasa kepedulian sosial kami," ungkap Fairuz Malaya di sela-sela kegiatan.
Pendekatan personal ini juga menjadi wadah efektif bagi pihak KUA Wangon untuk mendengarkan aspirasi serta persepsi masyarakat secara langsung dalam suasana yang tidak kaku. Melalui dialog santai sambil menyantap hidangan, para pegawai dapat menyerap informasi serta masukan mengenai pelayanan keagamaan di wilayah Wangon dari sudut pandang warga biasa yang sehari-hari menyaksikan aktivitas kantor.
Kegiatan sederhana yang sarat makna ini mendapat apresiasi positif karena dinilai mampu meruntuhkan dinding pembatas antara pejabat publik dan warga sekitar. KUA Wangon berharap semangat kebersamaan dan kepedulian antar sesama ini dapat terus dijaga secara konsisten, sehingga keberadaan instansi keagamaan ini benar-benar memberikan rasa nyaman, pengayoman, dan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (jhr)
