Kuatkan Sinergi, Kemenag Banyumas Resmi Launching ULD dan Lantik Pengurus FPMI
Oleh HUMAS
Purwokerto — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menggelar acara Launching Unit Layanan Disabilitas (ULD) sekaligus Pelantikan Pengurus Cabang Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Kabupaten Banyumas. Mengusung tema "Menguatkan Sinergi Mewujudkan Madrasah Inklusif, Ramah, Setara, dan Berkeadilan," kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan pendidikan yang ramah dan terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Rabu (19/08)
Acara monumental ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma), Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas Bapak Suwondo Geni, Pengurus Wilayah FPMI, serta seluruh Kepala Madrasah dari semua jenjang se-Kabupaten Banyumas.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Madrasah secara khidmat oleh seluruh tamu undangan.
Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara, Wahyu Fauzi Aziz, menyampaikan dua point utama terkait pentingnya pengukuhan kepengurusan FPMI :
- Komitmen Pengabdian : Dengan dikukuhkannya Pengurus Cabang FPMI, diharapkan para pengurus dapat berjuang dengan sungguh-sungguh untuk terus mengembangkan dan memperkuat pendidikan inklusif di madrasah, khususnya di wilayah Banyumas.
- Sinergi Antar-Stakeholder : Seluruh komponen madrasah—mulai dari kepala madrasah, guru, hingga pemangku kepentingan (stakeholders) diharapkan dapat saling bersinergi dan memberikan dukungan penuh terhadap program-program kerja yang dirancang oleh FPMI ke depan.
"Pendidikan inklusif tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kolaborasi. Dukungan dari guru, pimpinan madrasah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini," tegas Wahyu Fauzi Aziz.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, dalam sambutannya menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk menghapus diskriminasi di lingkungan pendidikan madrasah. Poin-poin penting yang disampaikannya meliputi :
- Kesiapan Madrasah Inklusif : Pelantikan pengurus FPMI dan launching ULD ini menandakan bahwa Kemenag Banyumas, khususnya lingkungan madrasah, telah siap 100% mewujudkan satuan pendidikan yang ramah sesama, tidak membeda-bedakan gender, serta menjunjung tinggi kesetaraan.
- Keterbukaan Akses Pendidikan : Semua madrasah diminta aktif merangkul masyarakat sekitar dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk menempuh pendidikan di madrasah.
"Madrasah adalah milik bersama. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan. Kita harus siap merangkul dan memberikan hak pendidikan yang setara bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Banyumas," ujar Ibnu Asaddudin.
Melalui peresmian ULD dan pelantikan FPMI ini, Kemenag Kabupaten Banyumas optimistis dapat menciptakan iklim belajar yang humanis, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik di wilayah Kabupaten Banyumas.
