MA Al Falah Tanamkan Karakter Anti-Perundungan dan Kepedulian terhadap Kesehatan Remaja

Oleh MA AL FALAH JATILAWANG
SHARE

Jatilawang – MA Al Falah Jatilawang kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) hari ketiga. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.30 WIB ini diikuti oleh seluruh murid baru dengan penuh antusiasme. Berbagai kegiatan edukatif dan penguatan karakter diselenggarakan sebagai upaya membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan mental. Rabu (22/07)

Kegiatan diawali dengan pembiasaan pagi yang dipandu oleh panitia dan dewan guru. Suasana pagi di lingkungan madrasah terasa khidmat ketika seluruh murid melaksanakan salat duha bersama yang dipimpin oleh Juwantono. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai spiritual dan membiasakan murid untuk memulai aktivitas dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Setelah itu, murid mendapatkan materi motivasi dari Istna Labay. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para murid baru untuk memiliki semangat belajar yang tinggi, percaya pada kemampuan diri sendiri, serta memanfaatkan masa belajar di madrasah untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. 

Memasuki sesi utama, Guru Bimbingan dan Konseling bersama OSIS mengadakan simulasi kasus perundungan (bullying) dan diskusi mengenai cara merespons serta mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Melalui simulasi tersebut, murid diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media sosial, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi korban. 

Para peserta tampak aktif dalam mengikuti diskusi dan memberikan tanggapan terhadap kasus-kasus yang disimulasikan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran murid untuk saling menghargai, menghormati perbedaan, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengarah pada perundungan. 

Sebagai bentuk implementasi pemahaman yang telah diperoleh, murid kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membuat poster anti-bullying. Dengan bimbingan Adi Suripno, masing-masing kelompok menuangkan ide kreatif mereka dalam bentuk karya yang berisi pesan-pesan moral tentang pentingnya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hasil karya tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan peserta lainnya. 

Kegiatan dilanjutkan dengan Sesi BRUS Interaktif (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) yang menghadirkan narasumber dari Puskesmas dan OSIS. Dalam sesi ini, murid memperoleh edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja dan kesehatan psikososial melalui permainan edukatif serta tanya jawab interaktif. Materi tersebut diberikan agar murid memiliki pengetahuan yang benar mengenai kesehatan diri serta mampu menjaga pergaulan secara positif dan bertanggung jawab. 

Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan ikrar bersama anti-perundungan, anti-kekerasan, dan anti-narkoba yang diikuti seluruh murid baru. Dengan penuh semangat, murid mengucapkan komitmen untuk menjaga diri, menghormati teman, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan harmonis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan yel-yel MATAMUDA yang menambah semangat dan kekompakan seluruh peserta. 

Kepala MA Al Falah Jatilawang, H. Amir Mahmud, menyampaikan bahwa kegiatan MATAMUDA bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter murid sejak awal memasuki jenjang pendidikan di madrasah. 

"MATAMUDA merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada murid baru. Kami ingin membangun budaya madrasah yang ramah, aman, dan bebas dari perundungan. Selain itu, melalui kegiatan ini para murid juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental agar mereka dapat berkembang secara optimal," ujar H. Amir Mahmud. 

Beliau juga menambahkan bahwa MA Al Falah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang murid secara akademik maupun nonakademik. 

"Kami berharap seluruh murid baru dapat menjadikan madrasah ini sebagai tempat untuk belajar, berprestasi, dan mengembangkan karakter mulia. Semangat kebersamaan, sikap saling menghargai, serta kepedulian terhadap sesama harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas murid MA Al Falah," tambahnya. 

Rangkaian kegiatan MATAMUDA hari ketiga kemudian ditutup dengan sesi refleksi, penyampaian pesan-pesan karakter, evaluasi kegiatan, pengumuman kelompok terbaik, serta doa bersama. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme, menandakan semangat murid baru dalam memulai perjalanan pendidikan mereka di MA Al Falah Jatilawang.