Isi Penyuluhan di Masjid Muhajirin, Penyuluh Agama Paparkan 10 Golongan Wanita Ahli Neraka

Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
SHARE

Purwokerto – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Timur, Mohamad Yusup, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada para jamaah di Masjid Muhajirin, Kelurahan Purwokerto Wetan. Rabu (22//07)

Dalam paparannya, Yusup menyampaikan materi bertema introspeksi diri bagi kaum muslimah dengan merincikan 10 kriteria atau sifat wanita yang diancam menjadi ahli neraka berdasarkan hadis dan ajaran Islam.

“Tidak mensyukuri pemberian suami: Kerap mengabaikan kebaikan dan nafkah yang diberikan pasangan. Gemar mengumpat: Menggunakan lisannya untuk mencaci, mencela, atau mengucapkan kata-kata kotor. Menggugat cerai tanpa alasan yang sah: Menuntut perceraian tanpa adanya sebab syar'i.”

“Berpakaian tipis dan ketat: Berbusana tetapi hakikatnya bertelanjang karena memperlihatkan lekuk tubuh. Memakai wewangian berlebihan dan berlenggak-lenggok: Sengaja menarik perhatian lawan jenis yang bukan mahram di luar rumah. Berhias dengan tatanan rambut seperti punuk unta: Mengikat atau menata rambut secara mencolok hingga menyerupai punuk unta. Mengaku marga atau nasab selain ayahnya: Mengubah atau mengingkari garis keturunan kandungnya.”

“Tidak taat dan menentang suami: Memangkas kewajiban menghormati dan mematuhi suami dalam hal-hal kebaikan. Menyerupai laki-laki: Baik dalam cara berpakaian, bertingkah laku, maupun menyerupai kodrat laki-laki (tasyabbuh). Menyemir rambut dengan warna hitam: Mengubah warna uban atau rambut menggunakan warna hitam pekat untuk mengelabui usia.

Lebih lanjut, Yusup menambahkan bahwa pemaparan materi ini bertujuan bukan untuk mendiskreditkan kaum wanita, melainkan sebagai bentuk peringatan dan kasih sayang agar para muslimah senantiasa mawas diri.

"Penyampaian poin-poin ini adalah bentuk pengingat bagi kita semua, khususnya ibu-ibu dan remaja putri, agar senantiasa menjaga akhlak, lisan, serta tata cara berbusana sesuai syariat. Dengan memahami hal-hal yang dilarang, diharapkan kita bisa membentengi diri dan keluarga dari perbuatan yang dimurkai Allah SWT," tambah Yusup.

Kegiatan bimbingan penyuluhan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif bersama para jamaah Masjid Muhajirin. (jw)