HUT RI #81

Merawat Sabar di Tengah Ujian Sakit

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
20 Okt 2026
5x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 20-10-2026 15:18
SHARE

Jatilawang - Sakit bukan hanya ujian bagi tubuh, tetapi juga kesempatan untuk menguatkan iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Dedy Purwanto, saat memberikan bimbingan dan penyuluhan agama Islam secara tatap muka kepada Majelis Taklim Ibu-ibu Baitus Sehah, Desa Gentawangi, Kecamatan Jatilawang. Selasa (20/10)

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Selasa pagi ini merupakan bagian dari tugas kepenyuluhan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Melalui pertemuan langsung, penyuluh berupaya menghadirkan pemahaman agama yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menghadapi kondisi sakit dan berbagai kesulitan hidup.

Dalam penyuluhannya yang mengangkat tema “Bersabar Ketika Sakit”, Dedy Purwanto menjelaskan bahwa sakit dalam pandangan Islam dapat menjadi ujian keimanan sekaligus bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Apabila dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan tetap berprasangka baik kepada Allah, sakit dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa serta diangkatnya derajat seseorang.

Dedy juga mengajak para peserta agar tidak mudah berputus asa ketika menghadapi sakit, baik yang dialami sendiri maupun oleh anggota keluarga. Kesabaran hendaknya disertai doa, ikhtiar mencari kesembuhan, serta kesediaan menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dengan demikian, usaha lahiriah dan penguatan batin dapat berjalan beriringan.

Penyuluhan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias mengikuti materi dan menyimak pesan-pesan yang disampaikan. Kebersamaan semakin terasa ketika pada akhir kajian salah seorang peserta membawa camilan untuk dinikmati bersama, menambah kehangatan hubungan antara penyuluh dan anggota majelis taklim.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat, tidak hanya untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga memberikan penguatan spiritual dalam menghadapi persoalan kehidupan.

Melalui kajian rutin Majelis Taklim Baitus Sehah, diharapkan para peserta semakin memahami makna sabar ketika sakit, senantiasa menjaga harapan kepada Allah SWT, dan terus berikhtiar memperoleh kesembuhan. Semangat kebersamaan yang terbangun juga diharapkan memperkuat kepedulian dan silaturahmi di lingkungan masyarakat Desa Gentawangi. (dy)