MGMP PAI SMP Kab. Banyumas Gelar MAPSI KE 10
Oleh HUMAS
Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami ke-10 yang diselenggarakan oleh MGMP PAI SMP Kabupaten Banyumas kali ini digelar di SMPN 1 Purwokerto. Kegiatan MAPSI SMP merupakan kegiatan yang memang sudah diprogrampan oleh MGMP PAI SMP setiap tahun dan alhamdulillah yang ke-10 ini dapat terlaksana dengan baik dihari Sabtu, 25 September 2021 meski masih di tengah pandemi Covid-19, ungkap Ketua Panitia Durotun.
Menurut Durotus yang sekaligus sebagai ketua MGMP PAI SMP Kab. Banyumas mengatakan, "kegiatan ini sebagai sarana untuk menunjukan kompetensi peserta didik di bidang mata pelajaran Agama Islam dan seni islami, kegiatan ini juga sebagai ajang untuk menumbuhkan sportifitas dan memotivasi peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, imbuh Durotun.
MAPSI tahun diikuti oleh perwakilan Sub Rayon se-Kabupaten Banyumas yang terdiri dari beberapa cabang lomba yaitu Cabang lomba Cerdas Cermat Islam, cabang lomba Tahfidz, cabang lomba Tartil, cabang lomba Tilawah, cabang lomba pidato, dan cabang lomba Kaligrafi. Peserta tahun ini yang berprestasi juara satu nantinya akan mewakili kabupaten ke Provinsi yang akan dilaksanakan melalui Daring dan luring. Pelaksanaan di tingkat Provinsi babak penyisihan melalui Daring yang akan dipilih enam besar dan enam besar nanti akan maju ke babak final di Semarang untuk mengikuti lomba secara luring, pungkas Durotun.
Acara MAPSI ke-10 ini dibuka oleh Kasi PAI Kantor Kementerian Agama Kab. Banyumas yang diwakili oleh Sujiman selaku ketua Kelompok Kerja Pengawas (POKJAWAS) PAI. Dalam sambutannya Sujiman menyampaikan "MAPSI ini adalah sebagai bentuk evaluasi dari pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran PAI dalam aspek pengetahuan dan aspek ketrampilan, disamping itu untuk menumbuhkan dan mengembangkan bakat dan minat siswa serta kreativitas dalam bidang seni".
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa Kantor kementerian Agama mengapresiasi atas diadakannya MAPSI ke 10 tingkat Kabupaten Banyumas tahun 2021 semoga dapat menghasilkan bibit-bibit siswa-siswi yang beriman, berpresatasi, dan beramal serta berakhlak", pungkas Sujiman. (DU/tum)
