Minim Sarpras Madrasah Tetap Sukseskan ANBK AKMI
Oleh Seksi Penma
BANYUMAS - Pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK dan Assesmen Kompetensi Madrasah Indonesia atau AKMI membawa sejumlah masalah terutama bagi Madrasah Ibtidaiyah yaitu keterbatasan jumlah komputer atau laptop yang dimiliki madrasah. Namun demikian madrasah tetap berusaha mensukseskan pelaksanaan assesmen dengan meminjam laptop para guru.
Seperti yang terjadi pada MI Sibyanul Hilal Plana Somagede, kepala madrasah Sugeng Prayitno mengaku bahwa madrasah hanya memiliki tiga laptop. Padahal, jumlah siswa yang mengikuti ANBK ada 14 siswa, maka butuh lima laptop lagi untuk memenuhi. "Kami pinjam laptop guru sebanyak lima unit", ujar Sugeng di sela-sela kegiatan Gladi ANBK/AKMI, Senin (1/11) pagi tadi.
Menanggapi kekurangan sarpras tersebut, Kasi Pendidikan Madrasah Edi Sungkowo menjelaskan bahwa untuk MI memang menjadi hal baru. Sedangkan untuk MTs dan MA karena sudah pernah melaksanakan UNBK dan UAMBNBK pada tahun tahun sebelumnya maka tidak banyak permasalahan. "Sebenarnya madrasah dapat mengadakan komputer atau laptop melalui dana BOS sejumlah kebutuhan, namun tentunya melihat kemampuan finansial madrasah" terang Edi.
Sementara untuk tempat penyimpanan laptop, kami mengusulkan ditempatkan di ruang kelas 5. Ditaruh di pinggir. Ini agar pada saat pembelajaran siswa kelas 5 dikenalkan dengan TIK. Ada praktek menghidupkan komputer, mengetik, bahkan mungkin bisa mencari bahan belajar dari internet. Dengan demikian ketika ANBK atau AKMI, siswa sudah tidak kebingungan dalam mengoperasikannya. "Tentunya penempatan laptop atau komputer ini tetap memperhatikan faktor keamanan, misal ruang kelas ditralis" tutur Edi.
AKMI bagi siswa kelas 5 MI akan dilaksanakan pada 8 November 2021, sedangkan ANBK mulai 15 November mendatang. "Meskipun minim sarprasnya, kami mohon madrasah tetap siap mensukseskan assemen" harap Edi. (ak)
