HUT RI #81

Mobil Perpustakaan Keliling Diserbu Murid, Semangat Literasi MTsN 3 Banyumas Makin Menggeliat

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas — Suasana berbeda tampak di MTs Negeri 3 Banyumas ketika layanan mobil keliling Arsip dan Perpustakaan Daerah tiba pada pukul 08.45 WIB. Kedatangannya menjadi momen yang sejak pekan sebelumnya telah dinantikan para murid. Meski sempat mengalami penjadwalan ulang, antusiasme mereka tidak surut. Sejak pagi, murid telah bersiap menunggu giliran untuk menikmati beragam koleksi bacaan yang dibawa langsung ke lingkungan madrasah. Selasa (18/08)

Murid kelas VII yang memperoleh jadwal pada sesi awal terlihat paling bersemangat. Begitu waktu layanan dimulai, mereka langsung bergerak menuju mobil perpustakaan keliling dan dengan penuh rasa ingin tahu memilih buku yang sesuai dengan minat masing-masing. Ada yang tertarik dengan cerita fiksi, pengetahuan umum, tokoh inspiratif, hingga berbagai bacaan yang mampu membuka wawasan mereka. Momen tersebut menghadirkan pemandangan sederhana namun bermakna: murid berkerumun di sekitar rak buku, membolak-balik halaman, berdiskusi kecil, lalu menemukan bacaan yang membuat mereka tertarik untuk segera membaca.

Kegiatan tidak berhenti pada memilih dan membaca buku. Para murid juga diarahkan untuk membuat ringkasan dari buku yang telah mereka baca. Tugas tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan kemampuan literasi secara utuh, bukan sekadar menjadikan membaca sebagai aktivitas sesaat. Melalui ringkasan, murid belajar memahami isi bacaan, menemukan gagasan utama, menyusun kembali informasi dengan bahasa sendiri, sekaligus melatih kemampuan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh dari sebuah buku.

Kepala Perpustakaan MTs Negeri 3 Banyumas, Rochayatun Azizah, menyampaikan bahwa kehadiran layanan perpustakaan keliling menjadi kesempatan berharga untuk menghadirkan pengalaman membaca yang lebih dekat dengan murid. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran layanan perpustakaan keliling ini. Anak-anak ternyata memiliki antusiasme yang tinggi ketika mereka diberikan kesempatan untuk memilih sendiri buku yang mereka sukai. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya membuat mereka membaca hari ini, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan membaca yang terus mereka bawa dalam keseharian,” ungkapnya.

Menurut Rochayatun, budaya literasi perlu dibangun melalui pengalaman yang menyenangkan dan memberikan ruang kepada murid untuk menemukan bacaan sesuai ketertarikannya. Karena itu, kegiatan membaca yang dipadukan dengan membuat ringkasan diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kemampuan memahami informasi. “Membaca bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah buku, tetapi bagaimana anak mampu menangkap pesan, memahami informasi, kemudian menceritakannya kembali dengan pemahamannya sendiri. Ketika proses itu dilakukan dengan senang hati, literasi akan tumbuh secara alami,” tambahnya.

Kehadiran mobil perpustakaan keliling di MTs Negeri 3 Banyumas pun menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam memperkuat budaya literasi di kalangan murid. Antusiasme yang terlihat sejak kedatangan hingga proses memilih dan membaca buku menjadi energi positif bagi gerakan literasi madrasah. Dari sebuah mobil yang membawa ratusan cerita dan pengetahuan, murid menemukan dunia yang lebih luas—dan dari halaman-halaman buku itulah diharapkan tumbuh generasi MTs Negeri 3 Banyumas yang gemar membaca, kaya wawasan, mampu berpikir kritis, serta siap menuliskan kembali pengetahuan yang mereka temukan.(HumasMTsN3).