Normalisasi Gerak Penyuluh Jaga Religiusitas Siswa Siswi

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Banyumas - Sebuah momen berharga terjadi di SMP Tamtama Kemranjen hari ini, saat tiga tokoh ulama dan penyuluh agama Islam, Gus Umam, Gus Miftah, dan Kyai Yono, menggelar kegiatan pembinaan mental dan spiritual bagi siswa-siswi sekolah tersebut. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIB ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan memperkuat karakter keagamaan generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Kamis (16/04)

Dalam era digitalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang pesat, anak-anak dan remaja sering kali terpapar pada berbagai pengaruh luar yang tidak selalu mendukung nilai-nilai keislaman. Melalui kegiatan ini, para penyuluh agama berupaya memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga akhlak dan spiritualitas sebagai pondasi utama dalam kehidupan sehari-hari.

Gus Umam dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman harus terus ditanamkan sejak dini agar generasi penerus tidak kehilangan identitas spiritualnya. “Kita harus mampu menanamkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dalam hati anak-anak kita. Dengan demikian, mereka akan mampu menghadapi berbagai godaan dunia modern tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Miftah menambahkan bahwa media sosial dan teknologi informasi memiliki dampak besar terhadap perkembangan moral anak muda. Ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus disertai dengan pengawasan dan bimbingan yang tepat dari orang tua maupun guru. “Jangan sampai teknologi justru menjadi jalan masuknya perbuatan maksiat atau perilaku negatif lainnya,” tegasnya.

Kyai Yono yang turut hadir menyampaikan bahwa pembinaan mental spiritual bukan hanya tanggung jawab para ulama saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem positif yang mendukung tumbuh kembangnya karakter islami pada generasi muda.

Kegiatan ini juga diisi dengan ceramah singkat tentang pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia melalui berbagai metode dakwah yang inovatif dan kreatif. Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab serta diskusi interaktif yang berlangsung hangat selama acara.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, angka kekerasan remaja dan penyalahgunaan narkoba menunjukkan tren peningkatan selama lima tahun terakhir. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pendidik dan orang tua agar lebih aktif dalam memberikan pembinaan karakter sejak dini. 

Pengalaman pribadi dari beberapa peserta menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu mereka memahami makna keberagamaan secara lebih mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka merasa termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus menjaga hubungan baik dengan Allah SWT.

Acara penutup ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Miftah, memohon keberkahan serta perlindungan Allah SWT terhadap seluruh siswa-siswi SMP Tamtama Kemranjen. Semoga langkah-langkah positif seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan religius sesuai ajaran Islam. (@)