Oleh-oleh Penyuluh KUA Baturraden dari Pertemuan Paguyuban Penyuluh Agama PPPK Angkatan 2025 di Kalibagor
Oleh KUA baturraden
Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Baturraden menghadiri pertemuan rutin Paguyuban Penyuluh PPPK Kabupaten Banyumas Angkatan 2025 yang digelar di Masjid Baitul Karomah, Kecamatan Kalibagor. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus konsolidasi menyambut agenda besar di tingkat karesidenan. Selasa (21/04)
Hadir memberikan arahan utama, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Banyumas, Agus Setiawan. Dalam pembinaannya, ia menekankan bahwa setiap penyuluh agama dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui peningkatan kualitas diri.
"Semua penyuluh harus mengupayakan diri meningkatkan kualitas, mengembangkan sumber daya manusia (SDM), dan memaksimalkan segala sumber daya yang dimiliki untuk kemaslahatan umat," tegas Agus.
Menariknya, pembinaan yang diberikan Agus Setiawan tidak hanya bersifat teoretis atau moralitas semata. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan kegiatan sektoral, ia juga memberikan bantuan material berupa dana konsumsi untuk mendukung kelancaran acara tersebut. Hal ini disambut positif oleh para peserta sebagai bentuk kepedulian pimpinan terhadap dinamika di lapangan.
Selain arahan dari Kasi Bimas, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Banyumas, Lubab Habiburrohman, turut hadir memberikan informasi strategis terkait profesi penyuluh. Fokus utama yang disampaikan adalah persiapan menghadapi Porseni IPARI tingkat Karesidenan Banyumas yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
Lubab menginstruksikan seluruh penyuluh untuk memiliki komitmen partisipasi yang totalitas demi mensukseskan gelaran tersebut. Ia menekankan bahwa status sebagai tuan rumah membawa tanggung jawab moral yang besar.
Poin penting arahan Ketua PD IPARI:
- Totalitas: Partisipasi tidak hanya terbatas pada atlet atau peserta lomba.
- Etika Pelayanan: Tugas utama penyuluh adalah melayani dan menyambut tamu dengan sebaik mungkin.
- Kesan Positif: Kehadiran penyuluh di lokasi acara sangat krusial untuk membangun citra positif bagi tamu dari luar daerah.
"Sebagai tuan rumah, tugas kita adalah melayani dan menyambut mereka agar membawa kesan yang baik. Jadi, meski tidak menjadi peserta lomba, kita tetap harus datang dan mengambil peran tersebut," ujar Lubab memotivasi.
Kegiatan rutin ini diakhiri dengan diskusi interaktif antar penyuluh. Kehadiran penyuluh dari Baturraden dalam pertemuan ini menunjukkan soliditas angkatan 2025 dalam menjalankan fungsi koordinasi. Dengan adanya pembinaan rutin ini, diharapkan para penyuluh agama di Banyumas, khususnya angkatan 2025, semakin siap secara mental dan operasional dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan serta mensukseskan agenda-agenda organisasi ke depan. (Fth)
