PAI KUA GUMELAR KEMBALI GELAR PENYULUHAN KEAGAMAAN DI MT HIJROTUNNISA, ANGKAT TEMA SERUAN DAN KEUTAMAAN SHOLAT JUMAT
PAI KUA GUMELAR KEMBALI GELAR PENYULUHAN KEAGAMAAN DI MT HIJROTUNNISA, ANGKAT TEMA SERUAN DAN KEUTAMAAN SHOLAT JUMAT
GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gumelar, Sdr. Kambali, kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan berkala yang bertempat di Majelis Taklim (MT) Hijrotunnisa. Dalam kesempatan kali ini, materi yang diusung berfokus pada pentingnya penegakan ibadah Sholat Jumat, baik dari sudut pandang tata cara pelaksanaan, syarat dan rukun, hingga hikmah kemasyarakatan yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan rutin bulanan ini dihadiri oleh puluhan jamaah wanita dan tokoh masyarakat setempat yang tampak antusias menyimak setiap poin pemaparan. Kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah-tengah masyarakat menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam memberikan edukasi keagamaan yang moderat, inklusif, serta membangun kualitas spiritual umat di tingkat pelosok desa.
Dalam tausiyah dan bimbingannya, Kambali menekankan bahwa Sholat Jumat merupakan kewajiban fardhu 'ain bagi setiap muslim laki-laki yang telah memenuhi syarat. Kendati jemaah Majelis Taklim Hijrotunnisa didominasi oleh kaum perempuan, penyampaian materi ini dinilai sangat krusial.
"Peran para ibu dan kaum wanita dalam keluarga amat menentukan. Melalui pemahaman yang benar mengenai hukum dan keutamaan Sholat Jumat, para ibu dapat menjadi pengingat, pendorong, serta pengawas bagi suami dan anak-anak laki-laki mereka agar tidak melalaikan kewajiban suci ini," ujar Kambali dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, Kambali merincikan beberapa poin penting terkait persiapan dan adab menyambut Sholat Jumat, di antaranya:
-
Mandi Sunnah dan Bersuci: Mengamalkan sunnah Rasulullah SAW dengan mandi sebelum berangkat ke masjid, memotong kuku, dan memakai pakaian terbaik serta wewangian (bagi laki-laki).
-
Datang Lebih Awal: Mengimbau jemaah untuk membiasakan keluarga hadir di masjid sebelum khatib naik ke mimbar guna mendapatkan keutamaan pahala yang lebih besar.
-
Mendengarkan Khotbah dengan Khidmat: Menjaga ketenangan dan tidak berbicara saat khotbah berlangsung agar pahala Sholat Jumat tidak berkurang atau sia-sia.
Selain aspek hukum fiqih, penyuluhan ini juga mengupas dimensi sosial dari pelaksanaan Sholat Jumat. Ibadah mingguan ini dinilai sebagai momentum silaturahmi akbar warga masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan (ukhuwah Islamiyah), menyatukan saf, serta menghapuskan sekat-sekat sosial di antara warga.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Di akhir sesi, dibuka ruang diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan oleh para jamaah untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan ibadah sehari-hari, baik yang berkaitan langsung dengan materi Sholat Jumat maupun permasalahan keagamaan dalam keluarga.
Pengurus Majelis Taklim Hijrotunnisa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan PAI KUA Gumelar yang secara konsisten membimbing warga. Diharapkan melalui penyuluhan yang berkesinambungan ini, pemahaman keagamaan masyarakat Kecamatan Gumelar semakin meningkat dan mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
