PELATIHAN MGMP PROGRAM PKB GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MTs KKM BANYUMAS 1
Oleh HUMAS
Purwokerto. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia MTs KKM Banyumas 1 mengadakan kegiatan Pelatihan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Bahasa Indonesia MTs Banyumas 1 yang diselenggarakan di MTsN 1 Banyumas. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang guru Bahasa Indonesia MTs wilayah KKM Banyumas 1
"Pelatihan MGMP Program PKB dilaksanakan mulai tanggal 1 s.d. 17 November 2021, dibagi menjadi 7 kegiatan yaitu 5 kegiatan IN dan 2 kegiatan ON dengan durasi waktu 36 JP", kata Istikomah selaku Ketua MGMP Bahasa Indonesia MTs Banyumas 1, Senin (1/11).
H. Sudir, S.Ag., M.S.I. sebagai Ketua KKM dalam sambutannya menyampaikan supaya kegiatan pelatihan ini diikuti dengan sebaik-baiknya dan anggaran yang ada dibelanjakan sesuai prosedur dan aturan. Beliau juga berpesan agar peserta pelatihan yang juga sebagai seorang guru harus dapat meningkatkan kinerjanya dan dapat meningkatkan dalam menyampaikan materi belajar. Pada era sekarang ini guru harus mampu menguasai materi dan IT serta dapat mengikuti perkembangan zaman".
Pelatihan ini dibuka Bapak Drs. Sunaryo, M.Pd. selaku Pengawas dan Pembina MGMP Bahasa Indonesia MTs Banyumas 1. "Harus kita syukuri bersama karena MGMP Bahasa Indonesia MTs Banyumas 1 mendapat bantuan dari Word Bank untuk melaksanakan PKB. Tidak semua MGMP mendapatkannya. Guru Bahasa Indonesia jangan sampai ketinggalan zaman, harus dapat meningkatkan mutu profesionalitasnya", ujar beliau.
Materi pertama dalam kegiatan pelatihan ini adalah terkait dengan moderasi beragama yang disampaikan oleh Kakankemenag Kabupaten Banyumas, Bapak Drs. H. Akhsin Aedi, M.Ag.
Dalam paparan materinya beliau menyampaikan "Cara kita beragama hendaknya berorientasi pada aktualisasi dari pemahaman Islam ke jalur yang lebih moderat, tidak berlebihan dan tidak ekstrem.”
Kakankemenag menyambut baik dengan adanya program pelatihan seperti ini karena manfaatnya akan menambah ilmu dan pengalaman bagi peserta pelatihan. Lebih lanjut dalam penjelasan terkait materi moderasi beragama, Akhsin Aedi menekankan kepada peserta pelatihan akan pentingnya moderasi beragama.
“Di tengah makin kencangnya gelombang Radikalisme maka moderasi beragama sangat penting untuk menjaga kebersamaan umat. Penting sekali peran aktif semua pihak dalam menerapkan moderasi beragama, atau negeri ini akan hancur ditelan extremisme, radikalisme, liberalisme.” Jelasnya
“ Moderasi butuh peran semua pihak, pemerintah tidak akan dapat berbuat sendiri tanpa dukungan masyarakat menciptakan kerukunan. Di sinilah dibutuhkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivits organisasi keagamaan, tokoh pemuda lintas agama.” ujarnya lebih lanjut.
Dalam pelatihan ini materi yang disajikan adalah teks puisi sebagai unit pembelajaran wajib dan teks pidato persuasif sebagai unit pembelajaran pilihan yang akan disampaikan oleh Sri Indriyati selaku Fasilitator Daerah (Fasda) PKB Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Banyumas.(tum)
