Pelepasan Guru PPPK MIN 1 Banyumas: Mengantar dengan Doa, Melepas dengan Keikhlasan

Oleh MIN1 Banyumas
SHARE

Purwokerto - Suasana penuh haru dan kehangatan menyelimuti Resto Tetehna Purwokerto pada acara pelepasan guru PPPK MIN 1 Banyumas. Acara ini bukan sekadar prosesi perpisahan, tetapi menjadi ruang reflektif yang menandai perjalanan pengabdian para guru dan mimpi besar yang mereka bawa menuju tempat tugas baru. Acara ini dihadiri oleh Ketua Komite, perwakilan POMG, para guru, Kepala MIN 1 Banyumas periode 2018–2025, serta Kepala MIN 1 Banyumas saat ini,  Mahruri. Sabtu (06/12)

Lima guru yang dilepas adalah Nafis yang kini bertugas di KUA Kedungbanteng, Sulfi yang melanjutkan amanah di KUA Jogja, serta Mila dan Iyas yang menapaki perjalanan baru sebagai tenaga pendidik di UIN Saizu Purwokerto, dan Maria di Kankemenag Banyumas

Dalam sambutannya, Ketua Komite mengapresiasi dedikasi dan keteladanan para guru PPPK yang telah mengukir banyak capaian bersama madrasah.

“Perpisahan bukan berarti selesai. Ini adalah pintu dari pengabdian yang lebih luas. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang MIN 1 Banyumas. Semoga amanah baru membawa Bapak-Ibu pada kesuksesan dan keberkahan yang lebih besar.” ujarnya.

Sambutan Kepala MIN 1 Banyumas Periode 2018–2025, Saridin, berpesan “Bawalah nama baik madrasah ini ke manapun kalian pergi”. Selain itu beliau juga memberikan pesan mendalam mengenai arti kehadiran para guru yang hari ini dilepas.

“Bapak-Ibu telah menjadi cahaya di madrasah ini. Setiap langkah dan kerja keras kalian telah memberi warna dalam perjalanan pendidikan kita. Bawalah nama baik MIN 1 Banyumas ke mana pun kalian pergi, dan jadilah inspirasi bagi lingkungan kerja yang baru.” ujarnya. Beliau menegaskan bahwa madrasah ini adalah rumah yang akan selalu terbuka bagi siapa pun yang pernah mengabdi di dalamnya.

Dalam sambutannya, Kepala MIN 1 Banyumas, Mahruri, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian para guru PPPK yang selama ini telah bersama-sama membangun atmosfer pendidikan yang kondusif dan penuh kekeluargaan.

“Pengabdian seorang guru tidak pernah mengenal batas tempat. Hari ini Bapak-Ibu berpindah tugas, tetapi nilai perjuangan dan keteladanan kalian akan tetap hidup di MIN 1 Banyumas. Teruslah mengajar dengan hati, karena di sanalah letak kemuliaan profesi kita.” ungkapnya.

Beliau juga memberikan ucapan selamat bertugas, sembari berharap agar kehadiran mereka di tempat baru menjadi cahaya yang membawa manfaat seluas-luasnya bagi umat dan bangsa.

Momen reflektif jejak yang tertinggal, doa yang dikirimkan. Acara pelepasan ini menjadi ruang mengenang kembali kisah-kisah kebersamaan kerja tim, pengalaman belajar, tawa di ruang guru, hingga kerja keras bersama dalam menjalankan program madrasah. Setiap guru yang dilepas meninggalkan cerita dan kesan tersendiri di hati rekan-rekannya.

Nafis yang dikenal komunikatif, Sulfi yang telaten, Mila yang penuh inisiatif, serta Iyas yang selalu siap membantu semuanya telah memberi kontribusi dalam membentuk karakter madrasah ini.

Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan, ucapan selamat bertugas, serta doa bersama. Tepuk tangan hangat mengiringi prosesi pelepasan, menjadi simbol restu dan kasih sayang keluarga besar MIN 1 Banyumas kepada para guru yang akan melanjutkan pengabdiannya di tempat baru.

Dibawah suasana hangat dan guyuran air hujan Resto Tetehna, terasa jelas bahwa perpisahan ini bukan akhir dari hubungan, tetapi awal dari babak baru yang penuh harapan. Silaturahmi tetap terikat, doa tetap terpanjat, dan kenangan kebersamaan akan selalu menjadi cerita yang menguatkan.

Semoga langkah baru Nafis, Sulfi, Mila, Maria dan Iyas menjadi perjalanan yang diberkahi, membawa manfaat, dan menghadirkan kemuliaan profesi guru di mana pun mereka mengabdi.

 

Tim Liputan MIN 1 Banyumas