Pembinaan Istimewa Wilayah Eks Kotip Purwokerto

Oleh MIN1 Banyumas
SHARE

BANYUMAS - Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), baik MI maupun RA/BA eks-Kotip Purwokerto, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Oemah Daun, Senin (25/10/2021) lalu.

Kegiatan pembinaan ASN guru dan staf karyawan RA/BA dan MI di wilayah eks Kotip ini diikuti oleh 101 orang. Hadir dalam acara tersebut Yapin, S.Ag., M.M. selaku pengawas PAI Kecamatan Purwokerto Timur; Hidayaturrohmah, S.Ag., M.Pd.I., selaku pengawas PAI Kecamatan Purwokerto Barat;  Edi Sungkowo, S.Pd., M.Pd., selaku Kasi Penma;  Ibnu Assaduddin, S.Ag., M.Pd., selaku Kasubag TU; dan Drs. H. Akhsin Aedi Fanani, M. Ag., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.

Pembinaan ASN ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan etos kerja ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas karena adanya dampak pandemi covid-19 yang telah mengubah seluruh aspek kehidupan, termasuk kinerja para ASN. Dengan adanya pembinaan ini diharapkan para ASN kembali termotivasi dan bergerak serentak melayani peserta didik dengan baik untuk memajukan pendidikan di madrasah masing-masing.

Kegiatan pembinaan ASN bagi guru dan staf karyawan RA/BA dan MI di wilayah Eks Kotip ini terbilang sangat istimewa, mengapa? Karena pada kegiatan ini sekaligus diberikan lima pembinaan yang memiliki isi berbeda-beda dan sangat bermanfaat untuk para ASN kemenag.

Pembinaan pertama yakni disampaikan oleh  Yapin mengenai CAKEP dan CAKEP. CAKEP pertama adalah Cerdas, Aktif, Kreatif, Empati, dan Profesional; serta CAKEP kedua yakni catat, Kerjakan dan Pelaporan.

Pembinaan kedua dari pengawas Purwokerto Barat Hidayaturrohmah, Beliau menyampaikan agar para guru, baik RA/BA maupun MI untuk mempertahankan ciri khas madrasah masing-masing untuk menarik masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di madrasah. Karena dari segala aspek, MI sama dengan SD, baik pembiasaan, hafalan, maupun kegiatan keagamaan. Perlu adanya pembeda sebagai penarik masyarakat.

Dilanjutkan pembinaan oleh Kasi Penma dengan pesan tingkatkan diri untuk meraih sukses, Kasubag TU dengan pembinaan ASN harus berada dalam satu komando, sedangkan pesan dari Kepala Kantor Kemenag agar para ASN jangan lemah, sedih, dan ASN harus memiliki hati yang tentram, pikiran cerdas, tangan kreatif, lisan fasih ucap yang baik, wajah berseri, dan jujur.(td/tum)