Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik
Oleh HUMAS
Purwokerto : Kepala Kantor Kemenag kabupaten Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M.Ag didampingi Romo Yohanes Suratman,Pr, selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Purwokerto , dan Drg. Andreas Kartiko selaku Anggota DPRD Kabupaten Banyumas Komisi IV, Gara Katolik Kemenag Banyumas Drs. Purnomo. Menutup kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik yang diselenggarakan oleh Gara Katolik kantor Kemenag Banyumas bertempat di Hotel Luminor Purwokerto, Rabu (27/10)
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 25 orang guru agama katolik yang mengajar di sekolah negeri dan swasta diwilayah kabupaten Banyumas dan Purbalingga. Kegiatan pelatihan dimaksudkan agar guru pendidikan agama katolik diharap dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara variatif, memakai berbagai strategi yang memungkinkan peserta didik dapat belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan pemilihan metode blended learning/campuran sesuai materi yg akan diberikan dan tujuanya.
Dalam sambutannya Akhsin Aedi menyampaikan sangat mendukung dan mengapresisasi kegiatan pelatihan tersebut, hal tersebut juga untuk meningkatkan pemahaman Guru Agama Katolik terhadap visi misi kemenag RI terkait pendidikan Katolik.
“ Guru agama katolik juga harus bisa meningkatkan terhadap pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran sesuai pembelajaran dimasa covid19 dan tatap muka terbatas, selain itu juga harus bisa meningkatkan pemahaman guru terhadap metode blended learning.” Jelasnya
Lebih lanjut Kan Kemenag menyampaikan bahwa di Kemenag ASN ada dua yaitu PNS dan non PNS. Jadi bahwa bapak ibu guru yang bukan PNS bisa mendaftarkan ke P3K dengan usia minimal 58 tahun.
“ Untuk Gara Katolik yang sudah didaftarkan untuk bidang Pranata Komputer ada satu orang, penyuluh agama katolik non PNS 3 orang dan guru agama katolik 5 orang. Ke sembilan orang ini sudah didaftarkan ke Kemenpan dan mudah mudahan lolos secara administrasi, kalau sudah lolos administrasi tinggal tes CAT. Untuk guru guru agama Katolik yang sudah memenuhi syarat sertifikasi akan kami bantu mengurus dari kantor Kemenag Banyumas, melalui Gara Katolik .” tuturnya
Di tempat yang sama Andreas selaku anggota DPRD Kabupaten Banyumas dari Komisi IV menyampaikan ucapan terimakasih atas undangan dalam kegiatan tersebut, serta menyarankan bagi guru non PNS agama katolik untuk mendaftar di P3K . “ Monggo buat bapak ibu guru yang ada kendala dalam pengadministrasian , misalnya belum mendapatkan NUPTK nanti bisa kami fasilitasi untuk disampaikan lewat Dinas Pendidikan.” Ujarnya.
“ Kegiatan pelatihan ini sudah kami rencanakan sejak lama disesuaikan dengan waktu serta anggaran, dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan koordinasi kerja Guru Pendidikan Agama Katolik dengan Kankemenag dan sesama pendidik Guru Katolik serta meningkatkan pemahaman Guru Agama Katolik terhada spiritualitas Guru Agama Katolik.” Ujar Riky selaku ketua panitia pelaksana kegiatan.(tum)
