Pentingnya Mendidik Dengan Hati

Oleh Dudiyono
SHARE

Purwokerto: Kepala Seksi Ketenagaan Subdit PAI pada SMA/SMALB/SMK Direktorat PAI Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Wilayah Kabupaten Banyumas yang salah satu sekolah yang dituju adalah SMALB Yakut C-C1 Purwokerto yang memiliki motto dalam proses mendidik peserta didiknya yakni “Mendidik Dengan Hati”. Kamis (04/11)

Drs. H. Aksin Aedi, M.Ag selaku Kepala Kantor Kemenag Banyumas melalui Agus Setiawan, S.Sos.I, selaku Kasi PAI menyampaikan, “Hari ini (04/11) ada kegiatan Monev yang dilakukan oleh Kepala Seksi Ketenagaan Subdit PAI pada SMA/SMALB/SMK Direktorat PAI Kementerian Agama Republik Indonesia. Monev dilakukan ke 2 (dua) sekolah yakni ke SMALB C-C1 Yakut Purwokerto dan ke SMK Negeri 1 Kalibagor. Sebagai awal pelaksanaan monev, Kasi Ketenagaan Subdit PAI didampingi kami dari Seksi PAI, Ketua Pokjawas dan para Pengawas PAI ke SMALB Yakut terlebih dahulu sekitar pukul 09.00”, jelasnya.

“Alhamdulillah respon dan sambutan Kepala SMALB C-C1 Yakut Purwokerto beserta dewan guru sangat baik kepada kami. Apresiasi yang luar biasa untuk Kepala Sekolah beerta Dewan Guru dan Karyawan SMALB yanng telah mendidik putra-putri di seklahnya dengan hati, penuh dedikasi dan kesabaran, sehingga dapat mengantarkan peserta didiknya menuju kesuksesan”, pungkas Agus.

Erni Martini, SH., M.Si, selaku Kasi Ketenagaan Subdit PAI pada SMA/SMALB dan SMK ketika dihubungi setelah Monev menyampaikan, “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang selalu membutuhkan inovasi dan pengembangan. SMALB Yakut dalam melaksanakan proses pendidikan sudah sangat bagus, semoga dapat dipertahankan dan selalu berinovasi untuk menjadikan yang lebih baik kedepan. Terlihat penuh dengan kekompakan, kesabaran dan dengan sepenuh hati dalam mendidk, hal ini menjadi modal yang sangat berharga untuk menjadikan peserta didik menjadi generasi hebat masa depan”, pungkasnya.

Sementara Drs. Rubimanto, M.Pd. selaku Kepala SMALB C-C1 Yakut Purwokerto menyampaikan, “Alhamdulillah monevnya berjalan lancar dan kesannya dari Direktorat Kemenag sangat bagus. Kami berharap kedepan semoga Kemenag akan semakin memberikan perhatian terhadap SMALB, agar proses pendidikan di SMALB semakin baik”, ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, “Sekolah kami memiliki motto Mendidik Dengan Hati, maksudnya kita mendidik dengan ketulusan hati karena anak dengan hambatan intelektual memang sulit untuk dipacu, tidak mudah untuk memenuhi target akademik sehingga kita perlu melakukan pengulangan yang terus menerus. Walaupun gurunya sudah bosen anak tetap belum bisa mencapai target yang kita harapkan. Oleh karenanya kesabaran dan ketulusan harus kita lakukan dan kita tetap punya keyakinan bahwa Allah Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan hambanya yang demikian bukan bukan karena gagal, tetapi Allah pasti punya rahasia yang tersembunyi, dan kita yakin bahwa setiap hambanya pasti mempunyai kelebihan, maka dengan hati inilah anak dengan hambatan intelektual juga akan berhasil, tentu dengan memerlukan waktu yang lebih ekstra”, pungkas Rubi. (Du)