HUT RI #81

Penyuluh Agama Islam Ikuti Sosialisasi E-PA, Optimalkan Kinerja Berbasis Digital

K
KUA Purwokerto Timur
30 Jan 2026
35x dibaca
SHARE

Banyumas – Guna meningkatkan profesionalisme dan transparansi kinerja di era digital, seluruh Penyuluh Agama Islam fungsional (PNS dan CPNS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mengikuti sosialisasi aplikasi E-PA (Elektronik Penyuluh Agama). Kegiatan ini digelar secara akrab di kediaman Faidus Sa’ad, Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja. Kamis (29/01)

Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Analis SDM Aparatur Iwan Yuni Pramono serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Banyumas, Agus Setiawan. Keduanya memberikan pengarahan langsung kepada para anggota Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) mengenai teknis pelaporan kinerja terbaru.

Salah satu peserta yang hadir, Farkhan Sya’bani, Penyuluh Agama Islam dari Purwokerto Timur, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari program digitalisasi pelaporan penyuluh di Banyumas.

"Sosialisasi aplikasi E-PA ini sebelumnya telah diikuti oleh rekan-rekan Penyuluh Agama Islam PPPK. Hari ini, giliran kami para penyuluh dengan status CPNS dan PNS yang mendapatkan pembekalan. Hal ini penting agar seluruh pelaporan bimbingan dan penyuluhan terdokumentasi secara sistematis secara nasional," ujar Farkhan.

Dalam pembinaannya, Kasi Bimas Islam Agus Setiawan menekankan bahwa aplikasi E-PA bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan alat ukur objektivitas kinerja penyuluh di lapangan.

"Aplikasi E-PA adalah instrumen penting bagi negara untuk melihat sejauh mana kehadiran penyuluh dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya berharap seluruh penyuluh tidak hanya pintar secara manual dalam berdakwah, tetapi juga cakap digital dalam melaporkan kegiatannya. Keikhlasan dalam bekerja harus dibarengi dengan ketertiban administrasi agar profesionalisme kita terjaga," tegas Agus Setiawan.

Sementara itu, Iwan Yuni Pramono selaku Analis SDM Aparatur menambahkan bahwa pengisian E-PA yang akurat akan mempermudah evaluasi kinerja tahunan dan pengembangan karier para penyuluh.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi simulasi pengisian data pada aplikasi, di mana para penyuluh saling berdiskusi mengenai kendala teknis yang mungkin dihadapi saat melakukan pelaporan langsung dari wilayah binaan masing-masing. (jw)