HUT RI #81

Penyuluh Edukasi Masyarakat tentang Tata Cara Pemulasaran Jenasah

KUA kebasen
KUA kebasen
28 Okt 2026
28x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 29-10-2026 14:16
SHARE

Banyumas -  Edukasi mengenai pemulasaran jenazah menjadi krusial mengingat kematian dapat terjadi kapan saja tanpa memandang waktu dan tempat. Ketika musibah terjadi di lingkungan keluarga atau pemukiman warga, kesiapan masyarakat sekitar dalam menangani jenazah sesuai kaidah agama dan standar kesehatan menjadi kunci utama agar proses perawatan berjalan dengan cepat, bermartabat, dan aman. Selasa (27/10)

Hal inilah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kebasen, Ani Munfaridah, saat melaksanakan Bimbingan Penyuluhan, pada majlis taklim Nurussyifa Adisana Kebasen, menyampaikan materi tantang Pengurusan Janazah, mulai dari memandikan, mengkafani dan menyolati. Selasa (27/10).

Ani menjelsakan bahwa pemulasaran tidak hanya berkaitan dengan kaidah keagamaan, tetapi juga aspek medis. Jenazah dengan riwayat penyakit menular memerlukan penanganan khusus demi mencegah penularan penyakit kepada warga atau petugas yang mengurusnya.

" Yang sering terjadi, apabila ada orang meninggal, baik laki-laki atau perempuan, masih menunggu-nunggu Kayim, padahal sudah datang banyak Pentakziah, kadang keluarga atau tetangga tidak berani memulai tanpa arahan dari Kayim, Janazah belum ditangani, malah kadangan sibuk menyiapkan masakan dan lain sebagainya, dan hal ini tidak boleh dibiarkan terus menerus, sebagai sesama muslim, mengurus Jenazah adalah kewajiban atau fardu kifayah, tidak boleh lempar tanggung jawab." ujarnya.

" Sudah seharusnya kita semua mempunyai pengetahuan tentang tata cara pengurusan jenazah, memandikan, dengan melepaskan semua pakaian, dan menutupinya dengan kain, diawali dengan niat, diletakan pada tempat yang agak tinggi dan ditutupi, disiramkan air yang telah dicampur wewangian, digosok-gosok, jangan terlalu keras, dibuang semua kotorannnya, dan terakhir diwudukan." ujarnya lebih lanjut.

Lebih lanjut Ani menyampaikan bahwa kita juga harus belajar tata cara mengkafani, antara Janazah laki- laki dan perempuan, lapisan kain kafan berbeda, Jenazah perempuan membutuhkan baju kurung, sarung, jilbab, selain lapisan luar yang menutupi, sedangkan janazah laki-laki butuh lebih sedikit. Untuk mensholatkan, masih banyak juga yang belum melaksanakan, merasa malu karena tidak ada temannya, atau belum lancar, padahal Kayim memberikan arahan sebelum melaksanakan sholat janazah.