Penyuluh KUA Baturraden Bekali Catin dengan Pesan Cegah Stunting dan Pondasi Keluarga Sakinah
Baturraden — Penyuluh Agama Islam KUA Baturraden, Lubab Habiburrohman, menyampaikan bimbingan perkawinan kepada dua pasangan calon pengantin di ruang balai nikah KUA Baturraden. Kamis (17/09)
Bimbingan tersebut diikuti oleh Fiky asal Cilongok dan calon istrinya, Shaggy asal Kemutug Lor, sebagai bagian dari layanan bimbingan pranikah yang menjadi syarat sebelum akad nikah dilangsungkan.
Dalam kesempatan tersebut, Lubab menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin bagi pasangan yang hendak membangun rumah tangga, sekaligus menyisipkan materi pencegahan stunting sebagai bagian dari edukasi kesehatan keluarga sejak dini. Ia menyampaikan enam pesan kunci yang menjadi fokus utama bimbingan hari itu:
1. Pemeriksaan kesehatan pranikah, termasuk skrining anemia dan status gizi calon pengantin perempuan, sebagai langkah awal deteksi risiko stunting pada anak yang akan dilahirkan kelak.
2. Pemenuhan gizi seimbang sejak masa pranikah, kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sebagai periode krusial pencegahan stunting.
3. Penundaan usia kehamilan ideal dan perencanaan kehamilan yang matang melalui program keluarga berencana, guna memastikan kesiapan fisik dan mental calon ibu.
4. Penguatan pola asuh yang baik, termasuk pemberian ASI eksklusif dan stimulasi tumbuh kembang anak sejak dini.
5. Sanitasi dan lingkungan sehat, mencakup akses air bersih dan pola hidup bersih dalam rumah tangga sebagai penunjang pencegahan stunting.
6. Pondasi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah melalui penguatan komunikasi, kesetaraan peran suami-istri, dan penanaman nilai-nilai keagamaan sebagai landasan ketahanan keluarga.
Lubab menuturkan, bimbingan perkawinan tidak hanya berfokus pada aspek administratif maupun ritual pernikahan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menanamkan kesadaran akan tanggung jawab membangun generasi yang sehat dan berkualitas. "Keluarga sakinah tidak berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh kesiapan gizi, kesehatan, dan pola asuh yang benar sejak awal pernikahan," ujarnya.
Kegiatan bimbingan tersebut berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh kedua calon pengantin, sebagai bagian dari komitmen KUA Baturraden dalam mendukung program percepatan penurunan stunting sekaligus mewujudkan keluarga yang harmonis dan berketahanan. (elbab)
