Penyuluh KUA Gumelar Lakukan Diplomasi Jemput Bola ke Tokoh Adat dan Agama
Banyumas – KUA Gumelar terus melakukan langkah strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui para Penyuluh Agama Islam, KUA Gumelar menerapkan metode diplomasi akar rumput dengan skema "jemput bola", yakni mendatangi langsung para Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Adat (Toda) di wilayah setempat. Kamis (12/02)
Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam merawat keharmonisan dan kedamaian masyarakat Kecamatan Gumelar. Ada tiga poin krusial yang menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini:
Kehadiran penyuluh agama berfungsi sebagai jembatan informasi resmi dari pemerintah (KUA/Kemenag). Dengan merangkul Toga dan Toda, tercipta keseimbangan otoritas. Tokoh Agama berperan menguatkan sisi syariat dan moral, sementara Tokoh Adat memastikan kearifan lokal tetap terjaga dan selaras dengan nilai-nilai religius.
Melalui pendekatan langsung ke lapangan, para penyuluh dapat menyerap aspirasi serta mendengar isu-isu sensitif yang berkembang di tengah warga. Hal ini memungkinkan adanya tindakan preventif (pencegahan) sebelum riak-riak kecil berkembang menjadi konflik antarumat atau kelompok.
Di tengah masyarakat Gumelar yang dikenal guyub, penyuluh berperan memastikan narasi moderasi beragama dipahami secara mendalam. Tujuannya agar perbedaan pandangan selalu disikapi dengan tasamuh (toleransi) dan menutup ruang bagi paham radikalisme maupun ekstremisme.
"Kehadiran kami di tengah tokoh adat juga merupakan bukti bahwa agama dan budaya bisa berjalan beriringan tanpa harus saling membenturkan," ujar salah satu penyuluh dalam kunjungannya.
Dengan kolaborasi yang solid ini, diharapkan stabilitas sosial di Kecamatan Gumelar tetap kokoh, di mana nilai-nilai agama dan budaya saling memperkuat satu sama lain.
