HUT RI #81

Penyuluh KUA Jatilawang Ajak Jamaah MT Al Huda Jadikan Salat Sebagai Penjaga Akhlak

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
28 Okt 2026
20x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 29-10-2026 15:10
SHARE

Jatilawang — Salat bukan sekadar rangkaian gerakan dan bacaan yang menggugurkan kewajiban, melainkan ibadah yang semestinya membentuk akhlak dan menjaga manusia dari perbuatan tercela. Pesan inilah yang disampaikan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam di Majelis Taklim (MT) Al Huda. Rabu (28/10)

Mengangkat tema “Salat Menjaga Kita dari Kemaksiatan: Sudahkah Salat Mengubah Perilaku Kita?”, Muhammad Taubah mengajak jamaah menjadikan salat sebagai ruang introspeksi diri. Menurutnya, kualitas salat tidak hanya tercermin dari keteraturan seseorang menghadap Allah SWT, tetapi juga dari perubahan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan bahwa Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Ankabut ayat 45, bahwa sesungguhnya salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa salat seharusnya melahirkan kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, serta kemampuan menahan diri dari perbuatan yang dilarang agama.

“Jangan sampai kita rajin bersujud, tetapi masih mudah menyakiti orang lain. Jangan sampai lisan kita fasih berdoa, tetapi masih gemar menggunjing dan menyebarkan fitnah. Salat semestinya membuat kita semakin berhati-hati dalam bertutur kata, bertindak, dan memperlakukan sesama,” demikian pesan yang ditekankan dalam penyuluhan tersebut.

Muhammad Taubah juga mengajak jamaah mengevaluasi diri melalui pertanyaan sederhana, tetapi mendalam: apakah setelah salat kita menjadi lebih sabar, lebih jujur, lebih santun, dan lebih mampu mengendalikan hawa nafsu? Sebab, ibadah yang dijalankan dengan kesadaran dan penghayatan semestinya meninggalkan jejak kebaikan dalam kehidupan.

Menurutnya, menjaga salat harus berjalan seiring dengan menjaga akhlak. Ketika seseorang mampu berdiri di hadapan Allah SWT lima kali sehari, semestinya ia juga semakin malu melakukan kemaksiatan, semakin takut mengambil hak orang lain, dan semakin tergerak untuk menebarkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, Muhammad Taubah berharap jamaah MT Al Huda tidak hanya meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan salat, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai salat dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebab, salat yang baik bukan hanya mendekatkan dahi kepada sajadah, melainkan juga mendekatkan hati kepada kebaikan. Kesalehan sejati tidak berhenti ketika salam diucapkan, tetapi berlanjut dalam kejujuran, kepedulian, dan akhlak mulia yang dirasakan oleh orang-orang di sekelilingnya.