HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Jalin Kerja Sama Lintas Agama dengan GKI di Desa Jambu

K
KUA Wangon
27 Okt 2026
10x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 27-10-2026 16:27
SHARE

 

Wangon – Dalam rangka memperkuat kerukunan umat beragama dan membangun komunikasi lintas iman, penyuluh agama Islam KUA Wangon melaksanakan kunjungan dan menjalin kerja sama dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Protestan yang berada di wilayah Desa Jambu, Kecamatan Wangon. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat persaudaraan bersama Sem Ariawan selaku marbot gereja. Selasa (27/10)

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun hubungan harmonis antara tokoh agama dan masyarakat yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda. Melalui silaturahmi tersebut, penyuluh agama berupaya memperkuat komunikasi, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta membuka ruang kolaborasi dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan di lingkungan masyarakat Desa Jambu.

Zainur, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama perlu dirawat melalui komunikasi dan perjumpaan secara langsung. “Kunjungan ini menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan membangun kerja sama lintas agama. Perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling menghormati, menjaga kedamaian, dan bersama-sama menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis,” ungkap Zainur.

Sem Ariawan menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi upaya penyuluh agama Islam dalam membangun hubungan lintas iman. Menurutnya, komunikasi yang baik antartokoh agama menjadi bagian penting dalam menjaga suasana damai di tengah masyarakat. Ia berharap silaturahmi ini dapat terus berlanjut dan menjadi awal kerja sama positif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

Melalui kunjungan ini, KUA Wangon menegaskan pentingnya peran penyuluh agama tidak hanya dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada umatnya, tetapi juga dalam merawat kerukunan dan memperkuat moderasi beragama. Diharapkan, sinergi dengan GKI di wilayah Desa Jambu tersebut dapat menjadi contoh nyata bahwa sikap saling menghargai, gotong royong, dan kepedulian sosial merupakan fondasi penting untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan harmonis. (srf)