Penyuluh Pria KUA Wangon Curi Perhatian Lewat Hobi Memasak
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon punya cerita unik dari salah satu penyuluh agamanya. Di tengah kesibukan memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, seorang penyuluh agama pria ini justru dikenal piawai mengolah berbagai menu masakan. Keahliannya di dapur ini bukan sekadar hobi iseng, sebab hasil masakannya kerap disajikan langsung untuk santap siang bersama para pegawai di lingkungan KUA Wangon. Kamis (22/07)
Udin, Penyuluh, mengaku memasak menjadi cara untuknya melepas penat setelah menjalankan tugas menyuluh dari satu tempat ke tempat lain. "Kalau sudah capek memberi penyuluhan, masak itu jadi semacam relaksasi buat saya. Apalagi kalau hasilnya bisa dinikmati bersama teman-teman kantor, rasanya jadi lebih semangat lagi," ujar Udin.
Menu yang disajikan Udin pun beragam, mulai dari masakan rumahan sederhana hingga hidangan yang membutuhkan waktu pengolahan lebih lama. Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner, Udin mengaku belajar memasak secara otodidak sejak masih tinggal bersama orang tua. Kebiasaan itu terus terbawa hingga kini dan justru menjadi identitas tersendiri baginya di lingkungan kerja.
Kehadiran menu masakan buatan Udin pun disambut positif oleh rekan-rekan sekantornya. Momen makan siang bersama menjadi lebih hangat dan mempererat kekompakan antarpegawai KUA Wangon. Tak jarang, masakan Udin juga menjadi bahan obrolan ringan yang mencairkan suasana kerja di sela-sela kesibukan pelayanan kepada masyarakat.
Kisah Udin ini menjadi pengingat bahwa sosok penyuluh agama tidak melulu identik dengan kegiatan formal di mimbar atau ruang bimbingan. Melalui hobi memasaknya, Udin turut menunjukkan bahwa kedekatan dan kehangatan dalam bekerja bisa dibangun lewat hal-hal sederhana, termasuk semangkuk masakan yang disantap bersama di jam istirahat. (jhr)
