Tingkatkan Kualitas Bacaan dan Pembentukan Karakter, Penyuluh Gelar Bimbingan Tajwid dan Kajian Hadis
Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
Purwokerto – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Timur, Yayuk Septimawati, memberikan bimbingan penyuluhan pengentasan buta huruf Al-Qur'an sekaligus kajian keagamaan di Majelis Taklim An-Nur, Kelurahan Sokanegara, Kamis (23/07).
Dalam sesi bimbingan Al-Qur'an, Yayuk menekankan pentingnya membaca Al-Qur'an secara tartil dengan memahami kaidah ilmu tajwid dasar, khususnya hukum nun mati (nun saakinah) atau tanwin.
"Penerapan hukum tajwid seperti izh-har, idgham, iqlab, dan ikhfa sangat penting agar pembacaan Al-Qur'an tidak hanya lancar, tetapi juga benar sesuai dengan kaidah tata bahasa Arab dan tidak mengubah makna," jelas Yayuk di hadapan para jemaah.
Intisari Kajian Hadis HR. Bukhari No. 6367 Selain pembenahan bacaan Al-Qur'an, Yayuk turut mengupas Hadis Riwayat Bukhari Nomor 6367 yang berisi doa Rasulullah SAWuntuk memohon perlindungan kepada Allah SWT
dari berbagai keburukan akhlak dan mental.
- Enam Sifat Buruk yang Dihindari: Lemah, malas, pengecut, pikun, dan bakhil (kikir).
- Perlindungan dari Ujian Berat: Dihindarkan dari siksa/azab kubur serta fitnah kehidupan dan kematian.
Yayuk menyampaikan bahwa penguasaan Al-Qur'an dan pengamalan doa-doa ma'tsur harus berjalan beriringan untuk membentuk pribadi muslim yang kuat secara spiritual maupun mental.
"Doa ini sangat relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar kita senantiasa dibimbing menjadi pribadi yang produktif, pemberani, pemurah, serta terhindar dari fitnah zaman," pungkasnya.
Suasana bimbingan dan kajian di Majelis Taklim An-Nur berlangsung dengan antusias, diakhiri dengan praktik membaca Al-Qur'an secara bergiliran oleh para jemaah.
Tingkatkan Kualitas Bacaan dan Pembentukan Karakter, Penyuluh Agama Gelar Bimbingan Tajwid dan Kajian Hadis
Purwokerto – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Timur, Yayuk Septimawati, memberikan bimbingan penyuluhan pengentasan buta huruf Al-Qur'an sekaligus kajian keagamaan di Majelis Taklim An-Nur, Kelurahan Sokanegara, Kamis (23/7).
Dalam sesi bimbingan Al-Qur'an, Yayuk menekankan pentingnya membaca Al-Qur'an secara tartil dengan memahami kaidah ilmu tajwid dasar, khususnya hukum nun mati (nun saakinah) atau tanwin.
"Penerapan hukum tajwid seperti izh-har, idgham, iqlab, dan ikhfa sangat penting agar pembacaan Al-Qur'an tidak hanya lancar, tetapi juga benar sesuai dengan kaidah tata bahasa Arab dan tidak mengubah makna," jelas Yayuk di hadapan para jemaah.
Intisari Kajian Hadis HR. Bukhari No. 6367 Selain pembenahan bacaan Al-Qur'an, Yayuk turut mengupas Hadis Riwayat Bukhari Nomor 6367 yang berisi doa Rasulullah SAWuntuk memohon perlindungan kepada Allah SWT
dari berbagai keburukan akhlak dan mental.
- Enam Sifat Buruk yang Dihindari: Lemah, malas, pengecut, pikun, dan bakhil (kikir).
- Perlindungan dari Ujian Berat: Dihindarkan dari siksa/azab kubur serta fitnah kehidupan dan kematian.
Yayuk menyampaikan bahwa penguasaan Al-Qur'an dan pengamalan doa-doa ma'tsur harus berjalan beriringan untuk membentuk pribadi muslim yang kuat secara spiritual maupun mental.
"Doa ini sangat relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar kita senantiasa dibimbing menjadi pribadi yang produktif, pemberani, pemurah, serta terhindar dari fitnah zaman," pungkasnya.
Suasana bimbingan dan kajian di Majelis Taklim An-Nur berlangsung dengan antusias, diakhiri dengan praktik membaca Al-Qur'an secara bergiliran oleh para jemaah. (jw)
