Tingkatkan Kemampuan Literasi Al-Quran, Penyuluh KUA Dampingi Warga Binaan Lapas Narkotika
Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
Purwokerto – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Timur, Mohamad Yusup, memberikan bimbingan dan penyuluhan baca Al-Qur'an kepada para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Purwokerto, Kamis (23/7).
Program bimbingan keagamaan ini ditujukan untuk mengentaskan buta huruf Al-Qur'an sekaligus membina mental spiritual para warga binaan agar memiliki fondasi agama yang lebih kuat selama menjalani masa pemasyarakatan.
Mohamad Yusup menyampaikan bahwa pelaksanaan bimbingan belajar mengaji ini dilakukan secara berkolaborasi dengan melibatkan tim penyuluh agama lainnya agar pembelajaran berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh jemaah.
"Dalam bimbingan pengentasan buta huruf Al-Qur'an ini saya tidak sendirian. Ada beberapa rekan-rekan penyuluh agama yang lain. Kami terbagi menjadi beberapa kelompok sehingga seluruh warga binaan bisa mengaji, baik membaca Iqro maupun Al-Qur'an," ujar Yusup di sela-sela kegiatan.
Sinergi Pembinaan Keagamaan Pembagian kelompok belajar disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing warga binaan, mulai dari tingkat dasar (mengenal huruf hijaiyah dan Iqro) hingga tingkat lanjutan (tartil Al-Qur'an dan tajwid).
Apresiasi positif juga datang dari pihak pengelola lembaga pemasyarakatan. Staf Lapas Narkotika Kelas II Purwokerto, Nurul Munawaroh, mengungkapkan bahwa kehadiran para penyuluh agama memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perubahan perilaku dan ketenangan jiwa para warga binaan.
"Kami sangat berterima kasih atas konsistensi dan kepedulian para penyuluh agama KUA Purwokerto Timur. Kegiatan bimbingan mengaji ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an warga binaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kepribadian yang memberikan ketenangan spiritual bagi mereka," tutur Nurul Munawaroh.
Melalui kegiatan rutinitas ini, diharapkan para warga binaan memiliki bekal agama yang mantap dan kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik sebagai modal positif saat kembali ke tengah masyarakat kelak. (jw)
