HUT RI #81

Penyuluh Tekankan Pentingnya Kasih Sayang dan Komunikasi

K
KUA Purwokerto Timur
30 Jan 2026
7x dibaca
SHARE

Purwokerto – Menjelang hari bahagia mereka pada 14 April mendatang, pasangan calon pengantin (catin) Bayu Wahyu Nugroho dan Putri Ramdanti mendapatkan pembekalan khusus melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di UA Purwokerto Timur. Jumat (30/01)

Penyuluh Agama Islam Purwokerto Timur, Mohammad Yusup, bertindak langsung memberikan bimbingan. Menurutnya, Bimwin merupakan bekal vital bagi calon pengantin agar siap mengarungi bahtera rumah tangga dengan fondasi yang kokoh.

Yusup menekankan bahwa keharmonisan keluarga atau sakinah hanya bisa dicapai jika suami istri mampu mewujudkan kasih sayang melalui komunikasi yang jujur dan pengertian yang mendalam.

"Kasih sayang bukan sekadar kata-kata, tapi wujud nyata dari sikap saling menghormati, membantu pekerjaan rumah tangga, menjaga tutur kata, hingga pemenuhan kebutuhan spiritual seperti bimbingan agama," jelas Yusup.

Dalam sesi tersebut, Mohammad Yusup memaparkan enam poin utama yang harus dijaga oleh pasangan suami istri:

  1. Komunikasi Efektif: Menggunakan tutur kata lemah lembut dan jujur untuk menghindari kesalahpahaman.
  2. Mu‘asyarah bil Ma‘ruf: Saling memperlakukan pasangan dengan baik, sabar, dan mengalah demi keharmonisan.
  3. Apresiasi dan Perhatian: Rutin menunjukkan rasa terima kasih dan meluangkan waktu bersama guna menjaga keromantisan.
  4. Kemitraan Sejajar: Saling membantu tugas domestik maupun dukungan terhadap pekerjaan pasangan.
  5. Pemenuhan Rohani: Saling mengajak beribadah dan menciptakan suasana rumah yang religius.
  6. Penerimaan Diri: Menerima kelebihan dan kekurangan pasangan untuk menjaga ketenangan hati.

Mendapat arahan tersebut, Putri Ramadanti, selaku calon pengantin pria, menyatakan rasa syukurnya. Meski masih ada tahapan kecil yang harus diselesaikan, ia mengaku puas dengan alur birokrasi yang ada.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada KUA Purwokerto Timur atas pelayanannya yang sangat baik, mulai dari proses pendaftaran hingga bimbingan perkawinan tadi. Meskipun belum sepenuhnya selesai karena ayah kami selaku wali nikah belum divalidasi karena kesibukan beliau, kami sudah sangat lega karena administrasi lainnya telah rampung," ungkap Putri.

Kegiatan bimbingan ini ditutup dengan harapan agar penerapan kasih sayang yang konsisten dapat menciptakan keluarga yang harmonis, aman, dan penuh cinta bagi kedua calon mempelai. (jw)