HUT RI #81

Perkuat Pemahaman Keagamaan, Penyuluh Bahas Hadiah Al-Fatihah bagi Orang yang Telah Meninggal di MT Darussalam

K
KUA purwojati
19 Okt 2026
14x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 20-10-2026 16:28
SHARE

Banyumas – Penyuluh Agama Islam KUA Purwojati, Muhamad Zaelani, melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim Darussalam dengan materi tentang sampainya hadiah bacaan Surah Al-Fatihah kepada orang yang telah meninggal dunia. Materi ini disampaikan untuk menambah wawasan jamaah mengenai amalan yang lazim dilakukan umat Islam sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada keluarga maupun kaum muslimin yang telah wafat. Senin (19/10)

Dalam penyampaiannya, Zaelani menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang bernilai kebaikan. Ketika membaca Surah Al-Fatihah dan menghadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal, umat Islam berharap agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan kepada almarhum atau almarhumah. Amalan tersebut juga menjadi pengingat bagi orang yang masih hidup tentang pentingnya mendoakan mereka yang telah mendahului.

Zaelani menerangkan bahwa persoalan menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur’an kepada orang yang telah meninggal dibahas oleh para ulama dengan beragam pandangan. Dalam tradisi fikih, khususnya di kalangan ulama Syafi’iyah, terdapat pembahasan mengenai sampainya pahala bacaan Al-Qur’an kepada mayit. Karena itu, jamaah diajak memahami persoalan tersebut dengan merujuk pada penjelasan ulama serta tetap menjaga sikap saling menghormati terhadap perbedaan pendapat.

Lebih lanjut, Zaelani mengingatkan bahwa mendoakan orang yang telah meninggal merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang yang dapat terus dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan. Selain membaca Al-Fatihah, umat Islam juga dianjurkan memohonkan ampunan, mendoakan kebaikan, serta melanjutkan amal saleh yang membawa manfaat bagi sesama.

Melalui kegiatan Bimluh ini, jamaah MT Darussalam diharapkan semakin memahami nilai doa dan amalan bagi orang yang telah meninggal, sekaligus mampu menyikapi perbedaan pandangan keagamaan secara bijaksana. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam KUA Purwojati dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan dan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.