Puluhan Peserta Ikuti Pembinaan MTQ
Oleh HUMAS
Purwokerto : Kakan Kemenag Banyumas Drs. H. Akhasin Aedi, M.Ag didampingi Ust. Ali Mas'Ud selaku narasumber , Usman Penyuluh Agam Islam , membuka acara Pembinaan Musabaqah Tilawatil Quran yang diadakan oleh Seksi Bimas Islam kantor Kemenag Kabupaten Banyumas tahun 2021. Diikuti oleh 38 pembina dan peserta MTQ se kabupaten Banyumas bertempat di Oemah Daun Resto , Selasa (23/11)
Pelaksanaan Pembinaan Musabaqah Tilawatil Quran ini diperuntukan bagi umum, dimana peserta adalah perwakilan dari 27 kecamatan se kabupaten Banyumas dan setiap kecamatan mengirimkan dua orang perwakilannya.
Mengawali sambutan Kakan Kemenag mengucapkan terimakasih atas kehadiran peserta dan pembimbing MTQ, harapan kami peserta bisa mengikuti pembinaan sampai selesai sehingga ilmu yang didapat tidak setengah setengah.
“ Belajar Al Quran itu harus kontinyu tidak boleh berhenti, harus mempunyai pembimbing, ustadnya harus jelas sehingga bisa dipertangungjawabkan, jangan merasa rendah hati walaupun belum mendapatkan kejuaraan.” tutur kepala kantor.
“ Terimakasih kepada mas Arju yang telah membawa nama baik Banyumas masuk juara 9 nasional di ajang MTQ nasional kemaren, Ini bisa menjadi pemicu dan contoh yang baik bagi yang lainnya. Pada saat kita belajar Al Quran siapapun yang memberikan ilmu kepada kita tetap harus menghormati, tawadlu. “ tuturnya lebih lanjut
“ Inilah pentingnya kita mempelajari Al Quran, jangan melihat orang yang mengajar akan tetapi ilmunya. Etika dalam Islam belajar bagi santri harus menghormati guru / tawadlu. Jangan menyepelekan seorang guru atau kyai, insya Allah akan barokah dan nantinya akan mendapat syafàat dari Ak Quran” jelasnya.
Sama dengan apa yang disampaikan oleh kepala kantor Kemenag Banyumas , Ali Mas’ud menyampaikan bahwa belajar Al Quran itu harus kontinyu dan jangan bosan, seiring waktu berjalan biasanya akan terjadi seleksi alam.
“ Dari pengalaman kami mengajar MTQ semenjak lama seleksi alam akan terjadi dengan sendirinya, misalnya dari kelompok Arju yang belajar bersama waktu itu ada sekitar seratus lebih, dan yang masih bertahan hanya tinggal dua orang. Dan Alhamdulillah Arju bisa membawa nama baik Banyumas di kancah nasional. Ini bisa menjadi contoh yang baik dan pembelajaran bagi siapapun,” jelas Ali Mas’ud
" Faktor faktor pembacaan tilawah yang mempengaruhi baik atau tidaknya adalah nafas dan bacaan tajwid. Sebagus apapun suara sepanjang tajwidnya tidak pas tidak akan bisa dinikmati. " Jelasnya lebih lanjut (tum)
