ROHIS Akhdir Gelar Seleksi Pengurus Periode 2021 2022

Oleh HUMAS
SHARE

 

Purwokerto: Rohani Islam (ROHIS) Akhdir SMA Negeri 4 Purwokerto menggelar seleksi kepengurusan untuk periode 2021-2022. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari, Selasa sampai Rabu 12-13 Oktober 2021 yang diikuti oleh 30 (tiga puluh) siswa yang terdiri dari Kelas X dan XI untuk mengikuti seleksi Calon Pengurus Rohis (CPR) Periode 2021-2022 yang bertempat di ruang Rupatama SMA N 4 Purwokerto. (13/10)

Ketua umum Rohis Akhdir, Bagus Dwi Rakhmawan menyampaikan ada 3 (tiga) tahapan seleksi yang harus dilalui setiap CPR, yaitu tes tertulis secara online, tes baca Al-Qur’an dan hafalan surah, serta wawancara. 

“Dengan kegiatan seleksi ini diharapkan menjadi awal untuk menemukan kandidat terbaik yang bertanggungjawab, amanah, serta dapat memajukan Rohis SMA N 4 Purwokerto," tuturnya. 

Selain kegiatan seleksi yang dilaksanakan dari pukul 13.00 hingga 14.00, disampaikan juga materi mengenai struktur kepengurusan serta program kerja Rohis Akhdir, oleh Pengurus kelas XII. Setelah materi, kegiatan dilanjutkan dengan sharing dan tanya jawab. 

"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, Calon Pengurus antusias, dan prokes dilaksanakan dengan baik," pungkas Bagus.

Drs. Tjaraka Tjunduk Karsadi Kepala Sekolah melalui Dudiyono, M.Pd.I selaku pembina ROHIS Akhdir SMAN 4 Purwokerto menyampaikan, "Reorganisasi kepengurusan adalah hal yang niscaya, karena agar organisasi dapat berjalan dan dinamis harus ada penerus estafet kepengurusan untuk periode selanjutnya. Setelah terbentuknya kepengurusan baru diharapkan dapat melanjutkan ROKHIS Akhdir semakin lebih baik, dapat menjalankan program-program yang sudah direncanakan dan menjadi wadah organisasi yang strategis bagi pembentukan generasi hebat yang salih dan salihah", jelas Dudi.

"Selamat atas terpilihnya kepengurusan ROHIS Akhdir yang baru, semoga dapat menjalankan amanah dan bersinergi dengan OSIS dan seluruh stake holder SMAN 4 Purwokerto untuk menjalankan kegiatan-kegiatan berbasis keagamaan dan sosial kemanusiaan", pungkas Dudi. (Du/Tum)