Santri Jaman Sekarang Harus Mampu Mencegah Masuknya Ancaman Ideologi
Oleh HUMAS
Purwokerto : “ Maksud tema santri siaga jiwa raga adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdaimaian “. Hal tersebut disampaikan oleh bupati Banyumas Ir. Achmad Husein ketika membacakan sambutan menteri agama RI pada saat upacara Hari Santri Nasional tingkat kabupaten Banyumas yang diadakan di halaman pendopo Si Panji alun alun Purwokerto, Jumat (22/10)
Upacara Hari Santri Nasional tingkat kabupaten Banyumas digelar di halaman Pendopo Si Panji dihadiri oleh Ketua DPRD Banyumas, Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Dandim 0701 Banyumas, Kapolresta Banyumas, Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto, Kepala Pengadilan Negeri Purwokerto, ulama serta jajaran Forkompinda Banyumas dan pejabat yang diundang lainnya, hadir sebagai peserta upacara dari unsur TNI, Polri, perwakilan Santri dan ormas keagamaan.
Lebih lanjut Achmad Husein menyampaikan bahwa siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, perpegang teguh kepada akidah, nilai dan ajaran Islam Rahmatan lil’alamain serta tradisi luhur bangsa Indonesia.
“ Bila zaman dahulu santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan masuknya ancaman idoelogi di bumi Indonesia.” Jelasnya
“ Kita patut mengapresiasikan pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan atas dampak pandemi covid-19. Hal ini membuktikan bahwa pesantren memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi covid-19 ditengah keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.” Ujarnya lebih lanjut.(tum)
