HUT RI #81

Sejarah Maulid Nabi Pertama di Nusantara

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE


Kemranjen – Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, Wafiqul Umam, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan (Bimluh) di Musholla Nurul Huda, Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 jamaah. Senin (17/08)

Dalam kesempatan tersebut, Wafiqul Umam menyampaikan materi tentang sejarah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Ia mengajak jamaah untuk memahami bahwa tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW.

Wafi juga mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak membaca shalawat, mempelajari sirah Nabi, serta menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dan mendorong kita meneladani akhlak beliau dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Wafi.

Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh antusias. Para jamaah mengikuti penyampaian materi dengan baik serta diharapkan dapat semakin memahami sejarah tradisi Maulid Nabi sekaligus menguatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.(W)