HUT RI #81

Tafakur Perjalanan Ashabul Kahfi dan Doa sebagai Jalan Taqarrub Ilallah

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
04 Feb 2026
27x dibaca
SHARE

Banyumas — Majlis Padhang Ati kembali menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) keagamaan yang disampaikan oleh Wafi, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kemranjen. Kegiatan ini bertempat di serambi Masjid Nurussalafiyah dan dihadiri sekitar 45 jamaah yang datang dari berbagai penjuru daerah dengan penuh antusias. Selasa (03/02)

Mengangkat tema “Tafakur Perjalanan Ashabul Kahfi dan Doa yang Dipanjatkan”, bimluh ini mengajak para jamaah untuk merenungi kisah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai teladan keteguhan iman, keberanian mempertahankan aqidah, serta kekuatan doa dalam menghadapi tekanan zaman.

Dalam penyampaiannya, Wafi menuturkan bahwa kisah Ashabul Kahfi bukan sekadar cerita sejarah, melainkan pelajaran hidup yang relevan sepanjang masa. Para pemuda tersebut memilih menyelamatkan iman dengan menjauh dari kemungkaran, lalu memohon perlindungan kepada Allah dengan doa yang penuh ketundukan:

“Rabbanaa aatinaa mil ladunka rahmatan wa hayyi’ lanaa min amrinaa rasyadaa”
(Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami).

Doa ini, menurut Wafi, menjadi kunci keselamatan mereka dan menjadi teladan bagi umat Islam untuk senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah di tengah berbagai ujian kehidupan. Suasana bimluh berlangsung khidmat. Jamaah tampak menyimak dengan seksama setiap uraian yang disampaikan. Interaksi hangat antara penyuluh dan jamaah juga menambah hidupnya suasana, sehingga pesan-pesan spiritual dapat diterima dengan baik.

Sebagai penutup, kegiatan bimluh dilanjutkan dengan istighosah bersama. Lantunan dzikir dan doa yang dipanjatkan secara berjamaah menjadi media taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), sekaligus memperkuat ikatan ruhani di antara para jamaah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keteguhan iman, kekuatan doa, dan semangat mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana dicontohkan oleh Ashabul Kahfi dapat terus hidup di tengah masyarakat. {wu}