Tebarkan Kasih Sayang, Penyuluh Tanamkan Akhlak Mulia kepada Santri TPQ Miftahul Huda Adisara
Jatilawang - Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Dwi Astuti, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada santri TPQ Miftahul Huda, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, dengan menekankan pentingnya menebarkan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya mencegah perilaku perundungan (bullying). Senin (26/10)
Dalam kegiatan tersebut, Dwi Astuti mengajak para santri untuk senantiasa menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku terhadap sesama teman, khususnya di lingkungan mengaji. Ia menegaskan bahwa tempat mengaji bukan hanya menjadi sarana untuk belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun persaudaraan.
Dwi Astuti juga menyampaikan bahwa kasih sayang tidak boleh hanya ditunjukkan ketika berada di TPQ atau saat bersama guru dan teman mengaji. Kasih sayang harus ditebarkan di mana pun santri berada, baik di rumah, sekolah, lingkungan bermain, maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang santun, peduli, dan mampu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perilaku bullying, seperti mengejek, menghina, mengucilkan, merendahkan, atau menyakiti teman, bukanlah perilaku yang mencerminkan akhlak seorang muslim. Setiap anak memiliki perasaan yang harus dijaga. Oleh karena itu, para santri diajak untuk membiasakan diri berkata baik, saling membantu, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta berani mengingatkan dengan cara yang santun apabila melihat perilaku yang menyakiti orang lain.
Melalui bimbingan ini, diharapkan para santri TPQ Miftahul Huda Adisara tidak hanya memiliki kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Islam melalui perilaku yang penuh kasih sayang. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang tertanam sejak dini sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, rukun, dan bebas dari bullying.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang dalam membina generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial. Dengan menanamkan kasih sayang sejak dini, diharapkan para santri dapat menjadi generasi yang membawa kedamaian, bukan menyakiti; merangkul, bukan mengucilkan; serta menebarkan kebaikan di mana pun mereka berada.
