Test Antigen Syarat Siswa SMK Maarif NU 1 Wangon Ikuti PTM

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas: Siswa SMK Maarif NU 1 Wangon mulai menjalani pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini bahkan menjadi salah proyek percontohan di Kabupaten Banyumas.

Kepala SMK Maarif NU 1 Wangon, Drs. Mukhtarom saat melakukan pengawasan PTM mengatakan screening antigen menjadi salah syarat wajib siswa-siswi sebelum mengikuti pembelajaran di kelas. "Kalau tidak lewat antigen tidak bisa masuk," tegasnya.

Menurutnya tahapan screening dilakukan para siswa sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kluster penularan Covid-19 di sekolah. Tak hanya itu, beberapa upaya lainnya juga dilakukan sebagai langkah antisipasi. Yakni wajib mencuci tangan, memakai masker, dan selalu menjaga jarak sebagai upaya penerapan protokol kesehatan.

"Supaya tidak ada kluster, kami lakukan rapid test antigen yang berkoordinasi dengan Puskesmas 1 Wangon. Ini agar  jangan sampai anak keluyuran di sekolah, temannya banyak, salah satunya inillah antisipasi kami," terangnya.

Agus Setiawan S.Sos.I selaku Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas menyampaikan, pembelajaran tatap muka itu penting agar terserap materi pelajaran kepada peserta didik dengan sempurna, namun kesehatan jauh lebih penting, oleh karenanya harus ada win win solution yang terbaik, sehingga PTM berjalan namun kesehatan peserta didik dan Guru juga terjaga. “Tes antigen merupakan salah satu cara yang baik untuk mengetahui sejak dini kondisi peserta didik ketika akan PTM, karena menjadi jelas positif ataukah negatif covid-19, sehingga sejak awal dapat diantisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan agar tidak ada cluster baru di sekolah” tutur Agus.

Sementara Kepala Puskesmas 1 Wangon, dr. Haryo Saloka mengapresiasi sekolah dalam upaya pencegahan Covid-19 saat PTM. Ia mengimbau agar sekolah mengoptimalkan  saat PTM untuk bisa melakukan rapid test antigen dengan arahan dari puskesmas.

Ditambahkan, pihaknya melakukan test rapid antigen secara acak terhadap 10 siswa SMK Maarif NU 1 Wangon Kabupate Banyumas, hasilnya semua negatif. "Langkah yang dilakukan pihak SMK Maarif NU 1 Wangon sudah sesuai prosedur dengan pihak puskesmas, ini bisa menjadi contoh sekolah lainnya,"katanya. (Du/Tum)