Tips Penyuluh KUA Purwokerto Barat Sambut Ramadan di Lapas

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat, Iswanto, melakukan Bimbingan Penyuluhan pada kegiatan Kajian Dhuha yang diselenggarakan Lapas Pamijen Kelas II A Purwokerto. Senin (09/02/26).

Kegiatan ini diadakan secara rutin setiap minggu, di hari Senin dan Kamis, dari Pkl. 08.30-09.30 WIB. Dihadiri oleh segenap Warga Binaan Lapas Pamijen dan para petugas Lapas yang ikut mendampingi. Sebelum kajian dimulai, diawali dengan pembacaan Nadlom Asmaul Husna dan Do’a, yang dibaca secara bersama-sama.  

Dalam kajian kali ini, Iswanto menyampaikan materi tentang Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan. Dimana ada 5 hal yang harus dipersiapakan dari sekarang, yaitu persiapan bathin/ ruhani, persiapan ilmu, persiapan harta, persiapan fisik dan persiapan target yang ingin dicapai. Persiapan ruhani dengan menata hati, membersihkan diri dari segala hal yang dapat mengotori hati.  Mengkaji ilmu tentang Keutamaan Ramadhan, tuntunan tentang puasa, zakat, Al Qur’an dan berbagai amaliyah di bulan Ramadhan. Mengelola keuangan dengan baik untuk kebutuhan dan memperbanyak sedekah sebagai penguatan solidaritas sosial. Menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan, pola istirahat dan kebiasaan hidup sehari-hari yang baik. Dan memiliki target pencapaian amaliyah yang lebih baik dari Ramadhan sebelumnya.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum melatih kesabaran, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. “Jangan menyia-nyiakan keutamaan di bulan Ramadhan. Karena setiap amal kebaikan di dalamnya, akan dibalas oleh Allah 70 hingga 700 kali lipat bahkan lebih kecuali puasa, karena puasa itu untuk Allah dan Allah sendiri yang akan mengganjarnya”, jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar puasa tidak hanya dikerjakan secara fisik, tetapi juga secara hati, lesan dan amal perbuatan. Yakni dengan selalu berusaha menjaganya, agar ibadah puasa yang dikerjakan tidak sia-sia. Karena keberhasilan Ramadhan terletak pada perubahan sikap dan kebiasaan setelahnya.

“Puasa di siang hari melatih pengendalian diri, sementara ibadah di malam hari menguatkan jiwa. Jika Ramadhan dijalani dengan sungguh-sungguh, Insya Allah akan lahir pribadi yang bertaqwa, yang lebih sabar, jujur dan bertanggung jawab,” tambahnya. 

Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib dan segenap warga binaan Lapas mengikutinya dengan penuh antusias serta interaktif hingga selesai. Diakhir ceramahnya, Iswanto menutup dengan do’a. (is)