Waktu Terus Berjalan, Jangan Biarkan Berkah Berlalu Sia-Sia
Oleh KUA JATILAWANG
Waktu terus berjalan tanpa pernah kembali. Pesan tersebut menjadi salah satu inti khutbah Jumat yang disampaikan oleh Dedy Purwanto, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, di Masjid Miftahul Huda, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, pada Jumat Pahing, 2 Oktober 2026.
Mengangkat tema “Bahaya Mengisi Waktu dengan Perbuatan yang Sia-Sia”, khutbah tersebut mengajak jamaah untuk lebih menyadari pentingnya memanfaatkan waktu sebagai salah satu nikmat besar yang diberikan Allah SWT. Waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang kembali, sehingga setiap kesempatan hendaknya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat.
Dalam khutbahnya, Dedy mengingatkan jamaah tentang sabda Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang artinya “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan dan waktu luang sering kali baru disadari nilainya setelah keduanya berkurang atau hilang. Karena itu, umat Islam diajak untuk tidak membiarkan waktu berlalu tanpa manfaat.
Dedy juga mengaitkan pesan tersebut dengan kehidupan masyarakat di era digital. Kemudahan teknologi, khususnya penggunaan handphone, memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara bijak. Namun, tanpa pengendalian diri, waktu dapat tersita untuk berbagai aktivitas yang kurang bermanfaat.
Jamaah diajak untuk lebih selektif dalam menggunakan handphone, baik dalam bermedia sosial, menonton berbagai konten, maupun berselancar di dunia digital. Teknologi hendaknya menjadi sarana untuk menambah ilmu, mempererat silaturahmi, mendukung pekerjaan, serta melakukan berbagai aktivitas positif, bukan justru menjadi penyebab seseorang kehilangan banyak waktu.
“Di era digital ini, mari kita belajar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai handphone yang seharusnya menjadi alat untuk memudahkan kehidupan justru membuat kita kehilangan waktu yang sangat berharga,” pesan Dedy dalam khutbahnya.
Khutbah Jumat tersebut merupakan bagian dari tugas kepenyuluhan Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Melalui khutbah dan berbagai kegiatan penyuluhan, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai agama dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jamaah mengikuti khutbah dengan penuh perhatian. Pesan tentang pentingnya menjaga waktu menjadi semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dekat dengan teknologi digital.
Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak menjadikan setiap detik sebagai kesempatan untuk melakukan kebaikan. Sebab waktu tidak pernah berhenti melangkah; jangan sampai usia terus bertambah, tetapi waktu justru habis untuk sesuatu yang tidak membawa manfaat. (dy)
