Wujud Moderasi Beragama, Guru Katolik Bantu Pasang Tanda Arah Kiblat Mushola Puhua School
Oleh KUA baturraden
Purwokerto — Tim SAFAC Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melaksanakan pengukuran arah kiblat di mushola SD-SMP-SMA Puhua School (Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan) Purwokerto. Selasa (18/08).
Kegiatan pengukuran yang menggunakan metode astronomis ini dilanjutkan dengan pemasangan tanda arah kiblat secara permanen di lantai mushola tersebut.
Yang menarik, proses pemasangan tanda arah kiblat tersebut turut dibantu langsung oleh Paul Gratie Waybin, guru sekaligus staf pendidik di Puhua School yang beragama Katolik. Paul yang sehari-hari aktif mendampingi siswa dalam kegiatan pembelajaran sains, dengan sigap membantu proses pengukuran dan pemasangan garis shaf sesuai arah yang telah ditentukan oleh tim Kemenag Banyumas.
Keterlibatan Paul dalam kegiatan keagamaan lintas iman ini mendapat apresiasi dari Tim SAFAC Kemenag Banyumas. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai cerminan nyata dari nilai moderasi beragama yang selama ini terus digaungkan pemerintah, yakni sikap saling menghormati dan bergotong royong antarumat beragama tanpa memandang perbedaan keyakinan, ungkap Lubab Habiburrohman, selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Baturraden yang ikut hadir menyaksikan pengukuran arah kiblat tersebut.
Pengukuran arah kiblat ini dipimpin Hariyanto, yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Baturraden bersama Riyanto, penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Utara, Rikin, Penyuluh Agama Islam KUA Sumbang, dan Robiatun Nihayati, Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Timur. Hariyanto, menjelaskan bahwa pengukuran arah kiblat ini dilakukan dengan metode falakiyah. Menurutnya ini penting dilakukan untuk memastikan akurasi arah shalat umat Islam di lingkungan sekolah, mengingat kesalahan arah kiblat dapat memengaruhi keabsahan pelaksanaan ibadah.
Setelah proses pengukuran rampung, tim memasang tanda garis shaf yang dapat menjadi acuan permanen bagi warga sekolah saat melaksanakan shalat berjamaah di mushola tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa Puhua School, sebagai lembaga pendidikan yang dikenal dengan keberagaman latar belakang siswa dan tenaga pendidiknya, secara konsisten membangun suasana kerukunan dan toleransi dalam kesehariannya. Sinergi antara Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dan pihak sekolah diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung terciptanya fasilitas ibadah yang layak dan sesuai kaidah syariat di lingkungan pendidikan. (elbab)
