28 Penyuluh PPPK Angkatan 2023 Ikuti Pelatihan Public Speaking

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas komunikasi para Penyuluh Agama Islam terus digencarkan. Sebanyak 28 Penyuluh PPPK Angkatan 2023 di lingkungan Kabupaten Banyumas mengikuti Pelatihan Public Speaking yang berlangsung dinamis dan interaktif di Garden Hall Purwokerto. Selasa (18/11)

Pelatihan ini bertujuan membekali para penyuluh agar pesan-pesan keagamaan dan kebaikan dapat tersampaikan secara lebih efektif dan menginspirasi.

Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Banyumas, H. Sokhidin. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran penyuluh yang lebih dari sekadar pembicara.
“Penyuluh dihadapkan bukan hanya sebagai aktor pemberi materi, tetapi juga sebagai suri tauladan yang menginspirasi masyarakat. Kemampuan public speaking menjadi bekal penting agar setiap pesan kebaikan sampai dengan lebih efektif,” ungkap H. Sokhidin.

Sesi utama pelatihan dipandu oleh Nadya, seorang Trainer Public Speaking profesional asal Purwokerto yang dikenal energik dan komunikatif, serta aktif melatih berbagai komunitas dan instansi.

Dalam paparannya, Nadya menyuguhkan berbagai teknik dasar dan lanjutan public speaking. Materi yang disampaikan mencakup penguasaan panggung (gestur dan eye contact), teknik intonasi suara yang tepat, strategi mengelola rasa gugup, hingga cara menyampaikan pesan dakwah secara lebih persuasif dan menyentuh hati audiens.

Selama sesi berlangsung, suasana pelatihan terlihat hidup. Para penyuluh menunjukkan antusiasme yang tinggi dan diajak berlatih langsung melalui berbagai simulasi, permainan komunikasi, hingga praktik penyampaian materi singkat di depan umum.

Pelatihan Public Speaking ini diakhiri pada pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas penyuluhan di Banyumas, menghasilkan PAI yang semakin terasah kemampuan komunikasinya, dan profesional dalam membina masyarakat, majelis taklim, generasi muda, dan berbagai komunitas lainnya.