HUT RI #81

700 Murid SMK Maarif NU 1 Wangon Ikuti BRUS, Penyuluh KUA Wangon Tanamkan Nilai Positif Masa Remaja

KUA Wangon
KUA Wangon
30 Okt 2026
15x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 30-10-2026 16:50
SHARE

 

Wangon – Sekitar 700 murid SMK Ma’arif NU 1 Wangon mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang bertempat di Masjid Mannah Romadloni, Grumbul Karangjengkol, Desa Wangon. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara KUA Wangon dengan lembaga pendidikan dalam memberikan pembinaan keagamaan dan penguatan karakter bagi generasi muda, khususnya peserta didik tingkat SMK. Jumat (30/10)

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Kudrat, menyampaikan materi tentang keutamaan masa muda atau masa remaja. Ia menjelaskan bahwa usia sekolah merupakan fase penting dalam perjalanan kehidupan manusia. Pada masa ini, para remaja memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan potensi diri, menuntut ilmu, membangun karakter, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Kudrat mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif dan produktif. Menurutnya, masa remaja jangan sampai dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, melainkan diisi dengan belajar, memperdalam ilmu agama, berbakti kepada orang tua, menjaga pergaulan, serta meningkatkan kedisiplinan. Remaja juga diharapkan mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif lingkungan dan perkembangan zaman.

“Usia muda adalah masa yang sangat berharga dan tidak akan terulang kembali. Gunakan kesempatan menjadi pelajar untuk menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, dan meraih cita-cita. Jadilah generasi yang kuat imannya, baik perilakunya, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa,” ungkap Kudrat. Kepala SMK Ma’arif NU 1 Wangon juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan BRUS ini. Ia berharap pembinaan tersebut dapat memberikan bekal moral dan spiritual kepada para murid agar lebih bijak dalam menjalani masa remaja.

Melalui kegiatan BRUS ini, KUA Wangon terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi generasi muda melalui pendekatan edukatif dan keagamaan. Dengan melibatkan ratusan murid dalam satu kegiatan, diharapkan pesan-pesan pembinaan dapat menjadi bekal dalam membentuk remaja yang berakhlakul karimah, bertanggung jawab, berprestasi, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan. (Sto)