Jangan Mudah Keintiman Menjadi Memudar, Binwin Kepala KUA Jatilawang
Jatilawang — Tinggal di bawah satu atap belum tentu membuat dua hati tetap dekat. Ada kalanya pasangan berbagi rumah, tetapi kehilangan kehangatan; duduk berdampingan, tetapi tak lagi saling merindukan. Pesan itulah yang mengemuka dalam Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diberikan Iskandar Zulkarnain, Kepala KUA Jatilawang, kepada calon pengantin Kovan Olgasimvanis dan Yuli Setiowati, dengan materi “Keintiman Memudar”, sebagai bekal membangun rumah tangga yang hangat dan harmonis. (Jumat, 30/10)
Dalam bimbingan tersebut, Iskandar mengingatkan bahwa seiring bertambahnya usia pernikahan, rutinitas, kesibukan, dan tanggung jawab dapat membuat hubungan pasangan terasa hambar. Suami dan istri bisa terjebak dalam peran sebagai teman serumah yang sibuk mengurus kebutuhan sehari-hari, tetapi lupa merawat kedekatan emosional yang dahulu menyatukan hati mereka.
Menurutnya, keintiman bukan semata-mata tentang sentuhan fisik, melainkan juga kesediaan mendengarkan, perhatian sederhana, percakapan dari hati ke hati, serta keberanian mengungkapkan perasaan tanpa takut dihakimi. Hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus dapat menjaga cinta tetap hidup di tengah perubahan kehidupan.
Iskandar juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan waktu berkualitas bagi pasangan. Jangan sampai kesibukan mencari nafkah membuat suami lupa menghadirkan perhatian, atau pekerjaan rumah tangga membuat istri merasa berjuang sendirian. Pernikahan membutuhkan komitmen bersama untuk terus saling mengenal, menghargai, dan mendekatkan hati.
Melalui Bimwin ini, Kovan Olgasimvanis dan Yuli Setiowati diharapkan memahami bahwa keharmonisan tidak hadir dengan sendirinya, tetapi tumbuh dari perhatian yang dirawat setiap hari. Sebab, cinta bukan hanya tentang bagaimana dua insan dipertemukan, melainkan bagaimana mereka terus memilih untuk bersama, bahkan ketika waktu mengubah banyak hal.
Rumah tangga yang bahagia bukanlah rumah yang selalu dipenuhi kata-kata romantis, melainkan rumah tempat dua hati tetap merasa dibutuhkan. Jangan biarkan kesibukan membuat pasangan sekadar tinggal bersama; rawatlah keintiman agar setelah bertahun-tahun mengarungi kehidupan, keduanya tetap memiliki alasan untuk saling mendamba.
