Penyuluh KUA Jatilawang Nasehati Jemaah Masjid Baiturrohman Untuk Mendekat kepada Allah Tanpa Menunggu Sempurna
Jatilawang — Tidak perlu menunggu diri menjadi sempurna untuk bersujud kepada Allah SWT, sebab justru dalam sujudlah manusia belajar memperbaiki diri. Pesan menyentuh itu disampaikan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama KUA Jatilawang, saat menyampaikan khotbah di Masjid Baiturrohman melalui tema “Jangan Menunggu Baik Dulu Baru Mendekat kepada Allah SWT.” (Jumat, 30/10)
Dalam khotbahnya, Muhammad Taubah mengajak jemaah untuk tidak menjadikan dosa, kekurangan, dan masa lalu sebagai alasan menjauh dari Allah. Menurutnya, setiap manusia memiliki kelemahan dan pernah melakukan kesalahan. Namun, pintu pertobatan selalu terbuka bagi siapa pun yang bersedia kembali, memperbaiki diri, dan menata langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Ia mengingatkan bahwa menunggu diri bersih dari segala dosa sebelum beribadah justru dapat menjauhkan seseorang dari jalan perbaikan. Salat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an bukanlah hadiah bagi mereka yang telah sempurna, melainkan jalan bagi manusia untuk mendekat kepada Sang Pencipta dan memperbaiki akhlaknya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Allah SWT tidak hanya menjadi tujuan bagi orang-orang saleh, tetapi juga tempat kembali bagi mereka yang sedang berjuang meninggalkan kesalahan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Az-Zumar ayat 53, manusia dilarang berputus asa dari rahmat-Nya.
Melalui khotbah tersebut, Muhammad Taubah mengajak jemaah menjadikan masjid sebagai tempat menumbuhkan harapan, memperkuat iman, dan memulai perubahan. Sebab, setiap langkah kecil menuju kebaikan memiliki arti ketika dilakukan dengan ketulusan dan kesungguhan.
Jangan menunggu menjadi baik untuk mendekat kepada Allah. Mendekatlah kepada-Nya agar hati dibimbing menjadi lebih baik. Sebab, sering kali orang yang paling membutuhkan pertolongan Allah bukanlah mereka yang merasa telah sempurna, melainkan mereka yang menyadari kekurangan dan tidak pernah berhenti mengetuk pintu ampunan-Nya.
