Penyuluh Sampaikan Pesan Khutbah tentang Pertarungan Abadi antara Kebaikan dan Keburukan dalam Hati
Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, menyampaikan pesan keagamaan dalam khutbahnya tentang pertarungan abadi antara kebaikan dan keburukan yang senantiasa terjadi di dalam hati manusia. Mengangkat pesan Al-Qur’an dalam Surah Asy-Syams ayat 8, yaitu “Fa alhamah? fuj?rah? wa taqw?h?”, khutbah tersebut mengajak jamaah untuk merenungkan potensi baik dan buruk yang telah Allah ilhamkan kepada setiap manusia. Jumat (30/10)
Dalam penyampaiannya, Zain menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki dua kecenderungan dalam dirinya, yaitu dorongan untuk berbuat kebaikan dan dorongan untuk melakukan keburukan. Keduanya menjadi bagian dari ujian kehidupan yang harus dihadapi dengan keimanan, ilmu, dan ketakwaan. Hati manusia menjadi medan pertarungan antara hawa nafsu dan kesadaran untuk senantiasa menjalankan perintah Allah SWT.
Zain menegaskan bahwa kemenangan dalam pertarungan batin tersebut sangat bergantung pada kemampuan seseorang dalam menjaga hati dan mengendalikan hawa nafsu. Keburukan sering kali hadir melalui godaan yang tampak sederhana, seperti iri hati, kesombongan, kemarahan, dan prasangka buruk. Sebaliknya, kebaikan tumbuh melalui keikhlasan, kesabaran, rasa syukur, serta kepedulian terhadap sesama.
“Allah telah memberikan ilham kepada manusia tentang jalan kefasikan dan ketakwaan. Tinggal bagaimana kita memilih dan mengendalikan diri. Pertarungan antara kebaikan dan keburukan tidak pernah berhenti selama manusia masih hidup. Karena itu, kita harus senantiasa membersihkan hati, memperkuat iman, dan memohon pertolongan Allah agar selalu berada di jalan ketakwaan,” ungkap Zain dalam khutbahnya. Salah seorang jamaah masjid mengapresiasi materi tersebut karena mengingatkan pentingnya introspeksi diri dan menjaga hati dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui khutbah ini, jamaah diajak untuk menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat menunaikan ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual dan penguatan akhlak. KUA Wangon melalui peran Penyuluh Agama Islam terus berupaya menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Harapannya, nilai-nilai ketakwaan semakin tertanam sehingga setiap muslim mampu mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak amal saleh, dan istiqamah dalam kebaikan. (srf)
