Musim Hujan Bukan Penghalang, Penyuluh Agama KUA Wangon Tetap Siap Laksanakan Bimbingan dan Penyuluhan
Wangon – Memasuki musim hujan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon tetap menunjukkan komitmen dan semangat dalam melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada masyarakat. Kondisi cuaca yang terkadang kurang bersahabat tidak menjadi penghalang untuk hadir di tengah umat dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Dengan mempersiapkan perlengkapan seperti mantel atau jas hujan, para penyuluh tetap siap menjalankan tugas di berbagai lokasi binaan. Jumat (30/10)
Kesiapan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan dedikasi Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Sebelum berangkat menuju lokasi Bimluh, penyuluh memastikan perlengkapan pribadi, kendaraan, serta materi penyuluhan telah dipersiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan agar kegiatan pembinaan di majelis taklim, sekolah, maupun kelompok binaan lainnya tetap berjalan sesuai rencana.
Zain, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa musim hujan justru menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pelayanan dan pembinaan umat harus tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi cuaca serta keselamatan selama perjalanan.
“Sebagai penyuluh agama, kita harus selalu siap hadir di tengah masyarakat. Mantel atau jas hujan menjadi perlengkapan penting ketika musim hujan tiba. Dengan persiapan yang baik, insyaallah tugas Bimluh tetap dapat dilaksanakan secara optimal,” ungkap Zain.
Senada dengan hal tersebut, Sarifudin, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menegaskan bahwa semangat pengabdian tidak boleh luntur hanya karena perubahan cuaca. Ia berharap seluruh penyuluh senantiasa menjaga kesehatan, mengutamakan keselamatan perjalanan, serta tetap istiqamah dalam menjalankan tugas. Kesiapan menghadapi musim hujan menjadi bagian dari profesionalitas dan komitmen KUA Wangon dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang responsif, humanis, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (srf)
