Asah Kemampuan, Penyuluh Agama Islam Gelar Pelatihan Public Speaking

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Penyuluh Agama Islam Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kualitas dakwah dan citra diri profesional. Pelatihan bertema "Transformasi Public Speaking untuk dakwah moderat di era digital" yang diadakan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam PPPK Angkatan 2023 ini bertempat di D'Garden Resto, Purwokerto. Selasa (18/11)

Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis untuk membekali para penyuluh dengan keterampilan komunikasi yang efektif dan kemampuan membangun citra diri yang kuat di tengah masyarakat. Hal ini dinilai krusial mengingat peran Penyuluh Agama sebagai ujung tombak dalam penyampaian pesan keagamaan.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Coach Nadia Aprilia. Beliau dikenal sebagai Trainer Bersertifikat Nasional yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam memfasilitasi pengembangan diri dan komunikasi publik.

Dalam sesinya, Coach Nadia menekankan pentingnya keterampilan berbicara yang terstruktur dan intonasi yang meyakinkan sebagai kunci utama keberhasilan dakwah.
"Seorang penyuluh harus mampu menjadi storyteller yang baik. Materi yang kuat harus didukung oleh cara penyampaian yang mampu mengikat perhatian jamaah. Selain itu, Personal Branding yang positif akan membuat pesan yang disampaikan lebih dipercaya," ujar Coach Nadia.

Materi yang disampaikan meliputi teknik mengolah suara, mengatasi demam panggung, menyusun narasi dakwah yang berkesan, hingga strategi membangun citra diri yang konsisten dengan nilai-nilai keagamaan.

Ketua panitia, Asnawi Latif, penyelenggara menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi agenda rutin untuk menjawab tantangan zaman.
"Masyarakat kini disuguhi berbagai sumber informasi. Oleh karena itu, Penyuluh Agama harus tampil beda, lebih profesional, dan mampu bersaing. Kami berharap, ilmu yang didapat hari ini akan segera diaplikasikan dalam setiap kegiatan penyuluhan di lapangan," jelasnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh sesi, terutama saat praktik simulasi berbicara di depan publik dan sesi konsultasi branding personal. 

Diharapkan, dengan bekal ilmu public speaking dan personal branding yang baru, Penyuluh Agama Islam Purwokerto dapat semakin efektif dalam menjalankan tugasnya, serta mampu menjadi teladan dan figur yang menginspirasi umat.