Bedah RKAL: Menyatukan Perencanaan, Mengokohkan Akuntabilitas
Oleh MTSN3 BanyumasBanyumas - Penguatan kembali Bedah RKAL (Rencana Kerja dan Anggaran Lembaga) MTs Negeri 3 Banyumas dilaksanakan hari ini, sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan perencanaan program, kebutuhan prioritas, serta pengelolaan anggaran secara terpadu dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, para Wakil Kepala Madrasah, serta para bendahara sebagai penanggung jawab utama tata kelola lembaga. Selasa (13/01/26)
Forum bedah RKAL difokuskan pada penajaman arah kebijakan, evaluasi kesesuaian program dengan kebutuhan riil madrasah, serta penataan alokasi anggaran agar tepat sasaran, efisien, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Setiap unit kerja diberi ruang untuk melakukan telaah, klarifikasi, dan penguatan program guna memastikan perencanaan berjalan selaras dan terhindar dari tumpang tindih kegiatan.
Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, H. Sudir, dalam arahannya menegaskan bahwa bedah RKAL harus menjadi instrumen kepemimpinan yang mengawal mutu dan integritas lembaga. “Perencanaan dan anggaran bukan sekadar dokumen administratif, tetapi cerminan komitmen kita dalam melayani pendidikan. Setiap program harus jelas manfaatnya, setiap anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan, dan setiap keputusan harus berorientasi pada kemajuan madrasah,” tegasnya saat memimpin jalannya kegiatan.
Lebih dari sekadar pembahasan teknis, bedah RKAL menjadi ruang konsolidasi dan penyamaan visi seluruh unsur pimpinan MTs Negeri 3 Banyumas. Melalui diskusi terbuka dan berbasis data, madrasah meneguhkan komitmen terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan sebagai bagian dari budaya kerja yang berintegritas.
Hasil penguatan bedah RKAL ini diharapkan menjadi pijakan operasional yang jelas dalam pelaksanaan program madrasah ke depan. Perencanaan yang matang, penganggaran yang terukur, serta komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar setiap rupiah yang dikelola tidak hanya tepat guna, tetapi juga bernilai ibadah dan berkontribusi nyata bagi kemajuan lembaga serta masa depan peserta didik.(HumasMTsN3).
